Amartya Kumar Sen adalah ekonom India yang memperoleh hadiah Nobel ekonomi pada tahun 1998. Dia
terkenal akan pemikiran-pemikirannya yang terkait dengan penyebab
kelaparan di dunia. Menurutnya kelaparan bukanlah disebabkan oleh
kelangkaan pangan, kelaparan bisa terjadi bahkan pada saat panenan bagus. Jadi apa penyebab utama kelaparan ?
Web ini berisi kumpulan artikel peluang dan risiko berbagai bisnis atau usaha yang ingin Anda coba.
Selasa, 16 April 2013
Agar Ayam Tidak Mati Di Lumbung Padi…
Label:
baju anak,
dinar,
dinar emas,
ekonomi islam,
emas,
emas batangan,
emas lantakan,
gapura dinar,
gerai dinar,
hati,
investasi,
Islam,
koin emas,
koin emas dinar,
malang,
peluang,
peluang usaha,
resiko,
surabaya,
usaha
Selasa, 09 April 2013
Peluang Pangan Dari Yang Merambat…
Seiring dengan berlipatnya penghuni bumi, lahan-lahan pertanian produktif tergerus habis oleh pembangunan perumahan,
infrastruktur dan pabrik-pabrik. Lantas bagaimana penduduk bumi yang
terus bertambah banyak bisa disuply makanannya dari lahan yang semakin
sempit ?. Ilmuwan modern kemudian mulai berfikir dengan apa yang
disebut vertical farming, konon ini bisa menghemat lahan. Tetapi vertical farming memiliki permasalahannya sendiri !
Label:
baju anak,
dinar,
dinar emas,
ekonomi islam,
emas,
emas batangan,
emas lantakan,
gapura dinar,
gerai dinar,
hati,
investasi,
Islam,
koin emas,
koin emas dinar,
malang,
peluang,
peluang usaha,
resiko,
surabaya,
usaha
Buah Kelengkeng Yang Tidak Sempat Matang…
Saya
ada menanam empat pohon kelengkeng di halaman Bazaar Madinah, setiap
musim buah – layaknya pohon buah lainnya – pohon kelengkeng tersebut
juga selalu berbuah. Tetapi sampai sekarang saya belum sempat sekalipun
merasakan buahnya, mungkin juga orang lain. Pohon kelengkeng yang
ditanam di tempat umum demikian, buahnya tidak sempat matang – karena
selalu keburu dipetik orang sebelum dia matang. Ini menjelaskan fenomena
ekonomi yang disebut tragedy of the commons.
Label:
baju anak,
dinar,
dinar emas,
ekonomi islam,
emas,
emas batangan,
emas lantakan,
gapura dinar,
gerai dinar,
hati,
investasi,
Islam,
koin emas,
koin emas dinar,
malang,
peluang,
peluang usaha,
resiko,
surabaya,
usaha
Rabu, 03 April 2013
Solusi Trilemma Ekonomi Modern…
Kita tentu familiar dengan ungkapan dilemma buah simalakama “Dimakan bapak mati, tidak dimakan ibu yang mati…”.
Ekonomi modern kini memiliki komplikasi yang lebih rumit dari sekedar
dilemma simalakama, setidaknya sudah menjadi trilemma simalakama “dimakan bapak dan anak mati, tidak dimakan ibu dan bapak mati, tindakan lainnya (dijual ?) ibu dan anak mati…”. Lantas diapakan seharusnya ekonomi modern ini agar tidak ada yang mati ?
Label:
baju anak,
dinar,
dinar emas,
ekonomi islam,
emas,
emas batangan,
emas lantakan,
gapura dinar,
gerai dinar,
hati,
investasi,
Islam,
koin emas,
malang,
peluang,
peluang usaha,
resiko,
resiko usaha,
surabaya
Pasar Modal Tanpa Batas…
Pada tahun 2012 lalu perbankan Indonesia (Bank Umum) membukukan asset sebesar
Rp 4.262 trilyun, sedangkan bursa saham mengumpulkan kapitalisasi pasar
sebesar Rp 4.126 trilyun. Di luar system perbankan dan bursa saham ini
sebenarnya ada potensi akumulasi modal yang sangat besar – yang tidak
terhitung jumlahnya. Apa itu ? yaitu modal yang terakumulasi untuk
perusahaan-perusahaan private dari skala kecil sampai skala raksasa
tetapi yang tidak go public. Ini bisa menjadi peluang Anda yang ingin
terjun langsung di sektor riil.
Label:
baju anak,
dinar,
dinar emas,
ekonomi islam,
emas,
emas batangan,
emas lantakan,
gapura dinar,
gerai dinar,
hati,
investasi,
Islam,
koin emas dinar,
malang,
peluang,
peluang usaha,
resiko,
resiko usaha,
surabaya
Burung Kecil Yang Memadamkan Api…
Di
kalangan suku Aztec Meksiko mereka memiliki cerita rakyat bahwa dahulu
kala terjadi kebakaran besar di hutan mereka. Semua makhluk yang ada di
hutan itu lari menyelamatkan diri, kecuali sekelompok burung-burung
kecil yang berterbangan mengambil air dalam paruhnya untuk memadamkan
api yang sangat besar. Melihat apa yang dilakukan burung-burung kecil
ini, burung-burung yang lebih besar mendatanginya sambil bertanya : “Apa yang sedang kalian lakukan ?”
Label:
dinar,
dinar emas,
ekonomi islam,
emas,
emas batangan,
emas lantakan,
gapura dinar,
gerai dinar,
hati,
investasi,
Islam,
koin emas,
koin emas dinar,
malang,
peluang,
peluang usaha,
resiko,
resiko usaha,
surabaya
Langganan:
Postingan (Atom)