Allah
menjamin rezeki bagi seluruh makhlukNya (QS 11:6), tetapi keberkahanNya
hanya diberikan kepada orang-orang yang beriman dan bertakwa (QS 7 :
96). Bagaimana kalau lingkungan kerja Anda masih terlibat dalam kegiatan
yang berbau riba, gharar, maisir, suap, korupsi dlsb. yang
mengindikasikan pelanggaran terhadap keimanan dan ketakwaan ? Idealnya
Anda tinggalkan segera, tetapi bagaimana kalau belum bisa ? Sekoci
Berkah barangkali bisa menjadi jawabannya.
Web ini berisi kumpulan artikel peluang dan risiko berbagai bisnis atau usaha yang ingin Anda coba.
Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan
Kamis, 18 Juli 2013
Senin, 15 Juli 2013
Solusi Inflasi Pak Kyai …
Sebagaimana ‘mimpi-mimpi’ saya sebelumnya (30/07/2012 dan 21/05/2013),
kali ini saya ‘bermimpi’ kembali Pak Kyai diundang untuk hadir di
sidang kabinet. Seperti juga pada sidang-sidang sebelumnya, Pak Kyai
diminta masukannya untuk ikut mengatasi masalah – yang tidak
terselesaikan dengan cara konvensional. Kali ini masalah tersebut adalah
membubung tingginya inflasi bahan-bahan pangan pasca kenaikan harga
BBM.
Solusi Yang Effective & Efficient…
Secara sederhana effective adalah memberikan hasil yang diharapkan, sedangkan efficient adalah
penggunaan suatu sumber daya yang memberikan hasil maksimal. Dalam
setiap masalah atau peluang kita membutuhkan solusi yang effective dan
efficient, tetapi seperti apa solusi-solusi yang effective dan efficient
itu ?
Rabu, 19 Juni 2013
Pain at the Pump…
Hari
ini rakyat dibingungkan dengan perdebatan kenaikan harga BBM di sidang
paripurna DPR. Kedua pihak yang setuju maupun yang tidak setuju mengatas
namakan rakyat dan mengatas namakan kepentingan yang lebih besar,
keduanya mungkin benar tetapi mungkin juga salah. Bagi rakyat seperti
kita yang penting sebenarnya adalah BBM itu tersedia dan terjangkau,
tetapi siapa yang mengurusi availability dan affordability BBM ini ?
Label:
baju,
baju anak,
batangan,
busana,
busana anak,
dinar,
ekonomi islam,
emas,
gerai dinar,
hati,
investasi,
Islam,
lantakan,
malang,
pakaian,
peluang,
resiko,
surabaya,
usaha
Kamis, 25 April 2013
Kurma Untuk Pengentasan Kemiskinan…
Menurut pengakuan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin di Republika bulan lalu (04/03/2013), penurunan angka kemiskinan di Indonesia berjalan sangat lambat. “Sangat lambat. Salah satu penyebabnya karena tidak fokus dalam penanganannya”
ungkap beliau di media tersebut. Data kemiskinan terakhir (September
2012) menunjukkan angka resmi kemiskinan ini masih berada di 28.59 juta
orang atau 11.66% dari penduduk Indonesia. Menurut saya, salah satu
penyebab lestarinya kemiskinan ini adalah karena kita salah makan !
Label:
baju anak,
dinar,
dinar emas,
ekonomi islam,
emas,
emas batangan,
emas lantakan,
gapura dinar,
gerai dinar,
hati,
investasi,
Islam,
koin emas,
koin emas dinar,
malang,
peluang,
peluang usaha,
resiko,
surabaya,
usaha
Lean Startup : Mulai Usaha Dengan Resiko Rendah…
Entrepreneur
itu bisa belajar dari siapa saja, bahkan bisa belajar dari seorang
petinju seperti Mike Tyson sekalipun. Melalui ucapannya yang terkenal “semua
orang bisa ber-strategi, tetapi ketika pukulan lawan mengenai muka Anda
– baru Anda tahu apakah strategi Anda bekerja atau tidak” – dia
memberi pelajaran bagi para (calon) entrepreneur bahwa strategi saja
tidak cukup. Karena realita ini pulalah kini mulai terjadi perubahan
pendekatan dalam memulai usaha, dari yang beresiko tinggi ke arah yang
beresiko relatif lebih rendah.
Label:
baju anak,
dinar,
dinar emas,
ekonomi islam,
emas,
emas batangan,
emas lantakan,
gapura dinar,
gerai dinar,
hati,
investasi,
Islam,
koin emas,
koin emas dinar,
malang,
peluang,
peluang usaha,
resiko,
surabaya,
usaha
Memakmurkan Bumi Dengan Surat Yaasiin…
Di
antara surat-surat panjang yang paling banyak dihafal di pesantren
sampai kini adalah surat Yaasiin. Ini antara lain karena Pak Kyai suka
bercerita bahwa yang membacanya siang dan malam untuk mencari
keridlaanNya akan diampuni dosanya. Bahkan bila yang membacanya sedang
takut dia akan aman, bila sedang sakit dia akan sembuh, bila sedang
lapar maka dia akan kenyang. Ternyata Pak Kyai benar, bila sebagian saja
ayat-ayat di surat Yaasiin itu didalami dan diimplementasikan – bumi
akan dapat benar-benar makmur berkesinambungan.
Label:
baju anak,
dinar,
dinar emas,
ekonomi islam,
emas,
emas batangan,
emas lantakan,
gapura dinar,
gerai dinar,
hati,
investasi,
Islam,
koin emas,
koin emas dinar,
malang,
peluang,
peluang usaha,
resiko,
surabaya,
usaha
Senin, 22 April 2013
Jalan (Tidak) Menyempit Di Ujung Cakrawala…
Label:
baju anak,
dinar,
dinar emas,
ekonomi islam,
emas,
emas batangan,
emas lantakan,
gapura dinar,
gerai dinar,
hati,
investasi,
Islam,
koin emas,
koin emas dinar,
malang,
peluang,
peluang usaha,
resiko,
surabaya,
usaha
Food, Energy & Water Dari Kurma…
Sejak
kami menggali potensi kurma untuk solusi pangan dan pencegahan
kelaparan dunia beberapa bulan lalu, begitu banyak sumber yang saling
menguatkan satu dengan yang lainnya – hingga tidak akan cukup bila saya
tulis semuanya di sini. Maka beberapa poin yang penting untuk diketahui
masyarakat umum akan saya tulis lebih dahulu. Setelah tulisan sebelumnya
tentang Menjadikan PetunjukNya Sebagai Panglima ,
tulisan kali ini adalah tentang bagaimana kurma bisa memberi solusi
bukan hanya terhadap masalah pangan tetapi solusi pada tiga kebutuhan
pokok bagi manusia sekaligus yaitu Food, Energy & Water (FEW).
Label:
baju anak,
dinar,
dinar emas,
ekonomi islam,
emas,
emas batangan,
emas lantakan,
gapura dinar,
gerai dinar,
hati,
investasi,
Islam,
koin emas,
koin emas dinar,
malang,
peluang,
peluang usaha,
resiko,
surabaya,
usaha
Menjadikan PetunjukNya Sebagai Panglima…
Situs resmi United Nation World Food Programme mengungkapkan
bahwa resiko kesehatan terbesar di dunia saat ini adalah resiko
kelaparan. Kelaparan menimbulkan lebih banyak kematian dibandingkan
dengan jumlah kematian gabungan yang ditimbulkan oleh penyakit AIDS,
Malaria dan TBC sekaligus. Bahwasanya masih begitu banyak jumlah orang
yang kelaparan di abad modern ini, barangkali ini karena dunia baru
mengandalkan ilmu, teknologi , system ekonomi, sosial dan politik buatan
manusia yang penuh kelemahan dan kepentingan itu sebagai panglima –
dunia belum menggunakan petunjukNya sebagai panglima untuk menyelesaikan
masalah yang sangat serius seperti urusan pangan ini.
Label:
baju anak,
dinar,
dinar emas,
ekonomi islam,
emas,
emas batangan,
emas lantakan,
gapura dinar,
gerai dinar,
hati,
investasi,
Islam,
koin emas,
koin emas dinar,
malang,
peluang,
peluang usaha,
resiko,
surabaya,
usaha
Selasa, 16 April 2013
‘Wag The Dog’ Harga Emas…
Ada Joke yang dimulai dengan pertanyaan : ‘mengapa anjing suka mengibaskan ekornya ?’, jawabannya adalah ‘karena anjing lebih cerdas dari ekornya’.
Kalau saja si ekor lebih cerdas dari anjingnya maka bisa jadi si
ekorlah yang mengibaskan anjing – bukan sebaliknya. Perandaian ini yang
kemudian dalam bahasa Inggris memunculkan idiom ‘Wag the Dog’ – si ekor yang mengibaskan anjingnya. Fenomena penurunan harga sangat tajam yang terjadi di pasar emas global dalam beberapa hari terakhir adalah fenomena yang mirip dengan ‘Wag the Dog’ ini
Label:
baju anak,
dinar,
dinar emas,
ekonomi islam,
emas,
emas batangan,
emas lantakan,
gapura dinar,
gerai dinar,
hati,
investasi,
Islam,
koin emas,
koin emas dinar,
malang,
peluang,
peluang usaha,
resiko,
surabaya,
usaha
Harga Emas Dalam Perspektif Jangka Panjang…
Semalam
harga emas turun tajam – paling tajam sejak saya mulai mengamati
langsung pergerakan harga emas dunia lima tahun terakhir. Dalam situasi
seperti ini, pasti banyak pertanyaan dari masyarakat pengguna emas atau
Dinar. Ada apa sebenarnya ?, apa yang harus dilakukan ? kemana arah
selanjutnya ? dlsb. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan lebih mudah
dijawab bila kita lihat harga emas ini dalam perpektif jangka panjang
dan dalam perspektif ekonomi yang lebih luas.
Label:
baju anak,
dinar,
dinar emas,
ekonomi islam,
emas,
emas batangan,
emas lantakan,
gapura dinar,
gerai dinar,
hati,
investasi,
Islam,
koin emas,
koin emas dinar,
malang,
peluang,
peluang usaha,
resiko,
surabaya,
usaha
Land Grabs : Perburuan Lahan Pertanian Global…
Krisis
pangan sepanjang 2007-2008 telah melonjakkan indikator harga pangan
dunia (FAO Food Price Index) dari kisaran angka 130-an ke angka di atas
200-an hingga kini. Bukan hanya masalah harga, ketika krisis itu terjadi
negara-negara produsen mengerem ekspornya sehingga membuat panik
negara-negara yang bahan pangannya mengandalkan produk impor. Kepanikan
inilah yang kemudian memicu perburuan lahan pertanian secara global atau
yang disebut land grabs.
Label:
baju anak,
dinar,
dinar emas,
ekonomi islam,
emas,
emas batangan,
emas lantakan,
gapura dinar,
gerai dinar,
hati,
investasi,
Islam,
koin emas,
koin emas dinar,
malang,
peluang,
peluang usaha,
resiko,
surabaya,
usaha
Agar Ayam Tidak Mati Di Lumbung Padi…
Amartya Kumar Sen adalah ekonom India yang memperoleh hadiah Nobel ekonomi pada tahun 1998. Dia
terkenal akan pemikiran-pemikirannya yang terkait dengan penyebab
kelaparan di dunia. Menurutnya kelaparan bukanlah disebabkan oleh
kelangkaan pangan, kelaparan bisa terjadi bahkan pada saat panenan bagus. Jadi apa penyebab utama kelaparan ?
Label:
baju anak,
dinar,
dinar emas,
ekonomi islam,
emas,
emas batangan,
emas lantakan,
gapura dinar,
gerai dinar,
hati,
investasi,
Islam,
koin emas,
koin emas dinar,
malang,
peluang,
peluang usaha,
resiko,
surabaya,
usaha
Selasa, 09 April 2013
Peluang Pangan Dari Yang Merambat…
Seiring dengan berlipatnya penghuni bumi, lahan-lahan pertanian produktif tergerus habis oleh pembangunan perumahan,
infrastruktur dan pabrik-pabrik. Lantas bagaimana penduduk bumi yang
terus bertambah banyak bisa disuply makanannya dari lahan yang semakin
sempit ?. Ilmuwan modern kemudian mulai berfikir dengan apa yang
disebut vertical farming, konon ini bisa menghemat lahan. Tetapi vertical farming memiliki permasalahannya sendiri !
Label:
baju anak,
dinar,
dinar emas,
ekonomi islam,
emas,
emas batangan,
emas lantakan,
gapura dinar,
gerai dinar,
hati,
investasi,
Islam,
koin emas,
koin emas dinar,
malang,
peluang,
peluang usaha,
resiko,
surabaya,
usaha
Buah Kelengkeng Yang Tidak Sempat Matang…
Saya
ada menanam empat pohon kelengkeng di halaman Bazaar Madinah, setiap
musim buah – layaknya pohon buah lainnya – pohon kelengkeng tersebut
juga selalu berbuah. Tetapi sampai sekarang saya belum sempat sekalipun
merasakan buahnya, mungkin juga orang lain. Pohon kelengkeng yang
ditanam di tempat umum demikian, buahnya tidak sempat matang – karena
selalu keburu dipetik orang sebelum dia matang. Ini menjelaskan fenomena
ekonomi yang disebut tragedy of the commons.
Label:
baju anak,
dinar,
dinar emas,
ekonomi islam,
emas,
emas batangan,
emas lantakan,
gapura dinar,
gerai dinar,
hati,
investasi,
Islam,
koin emas,
koin emas dinar,
malang,
peluang,
peluang usaha,
resiko,
surabaya,
usaha
Selasa, 26 Maret 2013
Golongan Kanan Yang Memberi Makan …
Di situs resminya Food and Agricultural Organization (FAO),
ada dimuat sebuah dokumen yang berjudul “Feeding The World” – memberi
makan bagi dunia. Yang menarik dalam dokumen tersebut terungkap bahwa,
bila produksi makanan di seluruh dunia didistribusikan merata – maka
setiap orang di dunia akan mendapatkan jatah 5,359 kcal/ hari. Padahal kebutuhan calorie rata-rata menurut UK Health Department misalnya
bagi wanita hanya 1,940 kcal/hari dan 2,550 kcal/hari untuk pria. Jadi
produksi makanan di dunia sebenarnya cukup untuk memberi makan lebih
dari dua kali penduduk dunia saat ini !
Label:
dinar,
dinar emas,
ekonomi islam,
emas,
emas batangan,
emas lantakan,
gapura dinar,
gerai dinar,
hati,
investasi,
Islam,
koin emas,
koin emas dinar,
malang,
peluang,
peluang usaha,
resiko,
resiko usaha,
surabaya,
usaha
Senin, 25 Maret 2013
Mengelola Yang Cukup…
Ketika
Thomas Malthus mengeluarkan teorinya (1798) bahwa populasi dunia tumbuh
secara deret ukur (1,2,4, 8 dst…) sedangkan sumber daya kehidupan
tumbuh secara deret hitung (1,2,3,4 dst…), saat itu penduduk dunia belum
mencapai 1 Milyar. Gara-gara teori tersebut, timbul pemikiran yang
ganjil dari Thomas Malthus ini – bahwa tidak ada gunanya mengentaskan
kemiskinan – karena bila si miskin tambah makmur, dia akan menambah anak
dan problem kekurangan sumber daya kehidupan akan semakin serius.
Pemikiran
Thomas Malthus yang ganjil tersebut kemudian menjadi justifikasi bagi
Karl Marx, Lenin dan teman-temannya – untuk menentang kapitalisme.
Menurut mereka ini justru itu perlunya sumber daya-sumber daya kehidupan
yang terbatas tersebut untuk dibagi sama rata dan sama rasa agar cukup
bagi semua.
Separuh
saja dari teorinya Thomas Malthus yang mendekati kebenaran , yaitu
bahwa penduduk bumi tumbuh secara deret ukur. Dua tahun setelah teori
tersebut penduduk bumi mencapai 1 Milyar pertama (1800), ini adalah
hampir 12,000 tahun sejak peradaban manusia mengenal pertanian menetap.
Sejak saat itu jumlah penduduk bumi melesat dengan cepat seiring dengan
peningkatan kemakmurannya.
130
tahun kemudian penduduk bumi mencapai 2 milyar (1930), 30 tahun
kemudian mencapai 3 milyar (1960), 15 tahun kemudian mencapai 4 milyar
(1975), 12 tahun kemudian mencapai 5 milyar (1987), 12 tahun kemudian mencapai 6 milyar (1999) dan 12 tahun kemudian mencapai 7 milyar (2011). Lihat kelipatan ini, 12,000 tahun untuk
mencapai jumlah 1 milyar dan hanya perlu sekitar 200 tahun kemudian
untuk mencapai 7 Milyar !. Dengan pertumbuhan seperti ini penduduk bumi
akan mencapai 8 Milyar sebelum tahun 2023 !.
Sisi
pertumbuhan populasi bumi secara deret ukur tersebut nampaknya akan
terbukti tetapi sisi sumber daya kehidupan ternyata juga tetap cukup
untuk menopang kehidupan penduduk bumi yang kini sudah lebih dari 7
Milyar dan akan segera mencapai 8 milyar ini. Artinya sisi lain teori
Thomas Malthus bahwa penopang kehidupan yang tumbuh secara deret hitung
terbukti tidak benar, penduduk bumi secara kumulatif ternyata tidak
berkurang kemakmurannya kini dibandingkan dengan ketika teori Malthus
tersebut dikeluarkan lebih dari dua abad lalu - ketika penduduk bumi belum mencapai 1 Milyar pertamanya.
Tetapi
kecukupan penopang kehidupan bukan berarti tanpa masalah. Dengan pola
ekonomi yang dikendalikan kapitalisme sekarang, rata-rata penduduk
negara maju seperti Amerika menyerap sumber daya
kehidupan di bumi 32 kali lebih banyak dari yang diserap rata-rata
penduduk negeri miskin seperti Kenya misalnya . Sumber daya kehidupan
yang disedot mereka ini meliputi pangan, air, energy, mineral, hasil
tambang dlsb.
Jadi
masalahnya jelas, bukan sumber daya kehidupan di bumi yang tumbuh
secara deret hitung sehingga tidak bisa mengejar pertumbuhan populasi
yang tumbuh secara deret ukur – tetapi lebih pada masalah distribusi
sumber daya tersebut yang tidak dilakukan secara adil.
Berbagai
system mulai dari keuangan, perdagangan, standar industri, teknologi
dlsb. diciptakan untuk mengunggulkan segelintir orang atau kelompok
terhadap mayoritas penduduk bumi. Negeri-negeri yang memiliki sumber
daya alam melimpah, tidak jaminan bahwa mereka yang paling makmur dan
paling cepat pertumbuhannya – mereka justru menjadi target penjajahan
jenis baru – penjajahan ekonomi, keuangan, politik dan pemikiran.
Lantas
apakah yang benar Marxism dan Leininism yang membagi sumber daya
kehidupan yang terbatas secara sama rasa dan sama rata ?, tidak juga !
Karena pembagian yang demikian juga tidak mendorong orang untuk
berkinerja optimal meng-eksplorasi kekayaan alam di bumi ini.
Maka
solusinya tinggal umat ini yang seharusnya bisa menghadirkan kemakmuran
di bumi itu. Umat inilah yang dikabarkan oleh hadits Nabi berikut yang
akan memakmurkan bumi sekali lagi sebelum kiamat datang di bumi ini :
" Tidak akan terjadi hari kiamat, sebelum harta kekayaan telah tertumpuk dan melimpah ruah, hingga seorang laki-laki pergi ke mana-mana sambil membawa harta zakatnya tetapi
dia idak mendapatkan seorangpun yang bersedia menerima zakatnya itu.
Dan sehingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan
padang-padang rumput dan sungai-sungai " (HR. Muslim).
Kita
bisa optimis bahwa kemakmuran di bumi masih akan datang sekali lagi –
berapapun jumlah penduduk bumi saat itu, karena selain hadits tersebut
di atas juga adanya janji Allah langsung di sejumlah ayat yang bunyinya
senada :
“Dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.” (QS 15 :21).
Allah
tidak mungkin menciptakan sesuatu yang tidak seimbang seperti ketidak
seimbangan antara jumlah penduduk bumi dengan sumber daya kehidupannya –
yang diteorikan oleh Thomas Malthus tersebut di atas :
“Yang
telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak
melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak
seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang ?” (QS 67 :3)
Bahwa
belum semuanya sumber daya kehidupan tersebut kita temukan dan kita
kuasai saat ini, karena ke-Maha Tahu-an Allah juga – yang tidak
menghendaki kita berlebih-lebihan dalam menggunakannya :
“Dan
jika Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka
akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang
dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui
(keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (42:27)
Jadi
sumber daya di bumi itu cukup untuk semuanya, tidak berlebih dan tidak
kurang - tetapi harus terus digali dan dikelola secara adil. Untuk bisa
terus menggali dan mengelola sumber daya yang ada di bumi ini secara
adil itulah kita diciptakan oleh Allah sebagai khalifahNya – yang
memakmurkan bumi ini (QS 11 :61).
Bila
kapitalism itu memperebutkan sesuatu yang dianggapnya sedikit atau
terbatas (scarcity), Marxism membagi yang sedikit itu sama rata sama
rasa dan berharap cukup dengan yang sedikit itu. Kita bukan keduanya,
kita yakin bahwa sumber-sumber kehidupan itu cukup, hanya perlu terus
digali dan dikelola secara adil mengikuti petunjuk-petunjukNya.
InsyaAllah.
- Details
- Kategori : Ekonomi Makro
- Published on Monday, 25 March 2013 06:23
- Oleh : owner gerai dinar
Label:
dinar,
dinar emas,
ekonomi islam,
emas,
emas batangan,
emas lantakan,
gapura dinar,
gerai dinar,
hati,
investasi,
Islam,
koin emas,
koin emas dinar,
malang,
peluang,
peluang usaha,
resiko,
resiko usaha,
surabaya,
usaha
Senin, 11 Maret 2013
Melawan Kebatilan Yang Terorganisir…
Ungkapan bahwa “…kebatilan yang terorganisir rapi akan mengalahkan kebenaran yang tidak terorganisir…”
itu nampaknya termanifestasi dalam penguasaan ekonomi dunia. Umat yang
memiliki konsep ekonomi syariah ini belum banyak bisa mewarnai ekonomi
negeri ini apalagi ekonomi dunia. Sementara itu dengan keserakahannya
dan dengan diam-diam zionis Yahudi terus mencengkeram ekonomi dunia
sampai negeri ini. Pertanyannya adalah bagaimana mereka melakukannya ?
dan bagaimana pula kita akan melawannya
Luasnya produk-produk zionis Yahudi yang ada di sekitar kita itu dengan mudah Anda dapatkan list-nya dengan search di google
terus gunakan kata pencarian “boikot produk Israel” atau “boikot produk
Yahudi”. Maka akan sangat banyak yang muncul – sampai saya tidak merasa
perlu menyebutkan satu per satu di tulisan ini, saking banyaknya.
Sebelum
kita bisa meninggalkan produk mereka yang satu, bermunculan berbagai
produk yang lain yang bahkan kita tidak sadar ketika menggunakannya.
Walhasil bukan hanya kita akan terus tercengkeram oleh penguasaan
ekonomi mereka, tetapi bisa jadi akan semakin intens – bila kita tidak
menyadari apa yang sedang mereka lakukan dan bila kita tidak berbuat
sesuatu untuk minimal mencukupi kebutuhan diri kita sendiri dahulu.
Bahwasanya
mereka menguasai ekonomi dunia - seperti ungkapan tersebut di atas,
karena mereka memang melakukan sejumlah hal yang tidak atau belum kita
lakukan. Ini antara lain tercermin dalam setidaknya tiga hal berikut :
Pertama
tentang akses permodalan. Keseriusan zionis Israel untuk menguasai
ekonomi dunia antara lain dilakukan melalui negara yang memberi akses
modal bagi usaha-usaha baru dengan rasio sampai 1 : 1. Artinya bila
pengusaha warga negeri itu menyiapkan investasi US$ 1 juta untuk
usahanya, negara bisa menambah modalnya sampai US$ 1 juta juga. Program
yang dalam bahasa Ibrani disebut Yozma yang berarti inisitatif ini,
berhasil melonjakkan jumlah pengusaha-penguaha baru di Israel yang
kemudian mereka merambah dunia.
Di bursa saham Amerika NASDAQ
saja zionis Israel memiliki jumlah perusahaan yang terdaftar lebih
banyak ketimbang seluruh perusahaan dunia (diluar Amerika sendiri) bila
digabungkan – termasuk seluruh perusahaan dari negeri-negeri inovatif
seperti Singapore, Korea Selatan, Jepang, China dlsb.
Dengan begitu banyaknya perusahaan mereka yang listed
di bursa-bursa saham dunia secara langsung maupun tidak langsung mereka
juga mengusai akses capital dunia. Jangan lupa juga bahwa bank-bank
besar dunia telah lebih dahulu berada pada genggaman tangan mereka.
Salah satu cara untuk memahami keperkasaan akses capital zionis ini antara lain dapat dilakukan dengan melihat tingkat per capita venture capital investment di
negara tersebut yang saat ini berada di sekitar 2.5 lebih besar dari
Amerika, 30 kali lebih besar dari Eropa, 80 kali lebih besar dari China
dan 350 kali lebih besar dari India.
Kedua
setelah akses permodalan dunia mereka kuasai, mereka dengan leluasa
membelanjakannya juga untuk kepentingan mereka. Dengan akses capital ini
zionis Israel mampu membiayai R & D dalam skala yang sangat besar.
Civilian R & D mereka yang berada pada angka 4.5 % dari GDP
merupakan yang tertinggi di dunia.
Yang
ketiga adalah karena seluruh penduduk zionis Israel terkena wajib
militer, maka seluruh pengusaha-pengusaha negeri itu memiliki latar
belakang militer yang kuat. Ini membuat mereka membawa disiplin tinggi
dan militansi a la militer kedalam usahanya. Latar
belakang militer ini juga membuat para pengusaha mereka tahan banting,
ketika ada di antara mereka yang gagal - bukan dijauhi atau masuk kotak –
tetapi menjadi kajian untuk membangun keberhasilan berikutnya.
Dengan
kelebihan-kelebihan mereka ini lantas tidak berarti kita akan meniru
atau berguru pada mereka untuk membangun keberhasilan kita. Justru
sebaliknya untuk meyadarkan kita bahwa kita mestinya bisa lebih baik.
Ajaran agama kita yang dibawa oleh Nabi akhir zaman adalah
menyempurnakan ajaran yang dibawakan oleh seluruh nabi-nabi sebelumnya,
ajaran agama kita meluruskan apa-apa yang dibelokkan oleh rabi-rabi mereka.
Umat
ini justru insyaAllah akan unggul ketika kita tidak mengikuti cara
mereka, karena kalau mengikuti cara-cara mereka otomatis kita akan tetap
di belakang mereka – dan bahkan mungkin akan semakin jauh ketinggalan
berdasarkan fakta-fakta tersebut di atas.
Dalam
hal stimulator modal dari pemerintah misalnya, pemerintah kita tidak
akan mampu memberi (calon) pengusaha negeri ini modal sebesar modal yang
dikumpulkan sendiri oleh (calon) pengusaha yang bersangkutan – seperti
dalam program Yozma mereka. Berebut di pasar modal dunia-pun jelas kita ketinggalan jauh, lha wong negeri-negeri lain yang jauh lebih maju dari kita saja ketinggalan jauh kok sama mereka !
Jadi untuk akses permodalan misalnya, kita memang harus punya solusi sendiri yang jitu – yang out of the box,
yang kita gali dari prinsip-prinsip ajaran agama kita ini – maka dengan
ini insyaallah kita akan unggul – karena kita akan melompat di depan
mereka, bukan mengikuti di belakang mereka !
Untuk
R & D lain lagi, kita memang tidak atau belum memiliki
sumber-sumber dana sebesar yang mereka miliki – tetapi kita memiliki
sumber lain yaitu “… petunjuk dan penjelasannya…” (QS 2 :185) , “…jawaban atas segala hal…” (QS 16 : 89) – yang tentu saja tidak terhitung nilainya.
Maka
yang diperlukan kemudian adalah bagaimana kita bisa mengorganisir diri
secara rapi – berjama’ah membangun kekuatan ekonomi kita bersama. Bila
kebenaran ini berhasil kita kelola secara lebih baik dari mereka
mengelola kebatilan – maka insyaAllah janji Allah bahwa “…kamulah yang tertinggi…” (QS 3 : 139) itu akan terwujud.
Bentuk
konkritnya seperti apa ?, itulah yang dari waktu ke waktu kita ingin
wujudkan melalui berbagai program yang kita gagas di situs ini sejak
lima tahun terakhir. Belum bisa dikatakan berhasil, tetapi insyaAllah
kita juga tidak pernah menyerah. Amin.
- Details
- Kategori : Entrepreneurship
- Published on Sunday, 10 March 2013 13:53
- Oleh : Owner Gerai Dinar
Label:
dinar,
dinar emas,
ekonomi islam,
emas,
emas batangan,
emas lantakan,
gapura dinar,
gerai dinar,
hati,
investasi,
Islam,
koin emas,
koin emas dinar,
malang,
peluang,
peluang usaha,
resiko,
resiko usaha,
surabaya,
usaha
Senin, 04 Maret 2013
Investasi Yang Aman…
Dalam dunia investasi ada ungkapan “if it is too good to be true, it may not be true…”
bila suatu tawaran investasi itu terlalu indah untuk menjadi kenyataan,
mungkin memang tidak nyata. Ungkapan inilah yang menjadikan banyak
orang menjadi korban penipuan investasi emas dan perbagai investasi
lainnya yang ramai di media akhir-akhir ini.
Maraknya
pemberitaan masyarakat yang tertipu dalam investasi emas ataupun
investasi lainnya tidak jauh dari ungkapan tersebut. Kalau Anda cermati
beritanya, Anda bisa deteksi bahwa suatu investasi itu “…too good to be true…” atau media menyebutnya investasi ‘bodong’ antara lain Anda akan menemukan setidaknya 5 poin berikut :
1. Menjanjikan untung yang pasti…
2. Menjanjikan bagi hasil yang sangat besar…
3. Menjual dengan harga yang melebihi kewajaran…
4. Investasi dengan tidak ada barangnya…
5. Produk investasi yang dijual dengan persuasive (gambaran indah yang melebihi kenyataannya) …
Sebaliknya, lima poin ini misalnya Anda tidak akan temukan di investasi Dinar dari Gerai Dinar.
1. Gerai
Dinar tidak pernah menjanjikan untung yang pasti, bahkan sering kita
ingatkan di situs ini untuk tidak berspekulasi dengan emas/Dinar.
2. Kalau toh ada hasilnya, Gerai Dinar tidak menjanjikan hasil yang besar.
3. Untuk harga, Anda bisa bandingkan harga Dinar dari Gerai Dinar dengan harga di produsen yang mencetaknya seperti Logam Mulia (www.logammulia.com)
insyaallah harga Gerai Dinar tidak lebih mahal dari harga di tingkat
produsen ini. Bisa juga di cek kewajarannya dengan harga emas fisik di
pasaran.
4. Gerai Dinar menekankan penjualan sedapat mungkin secara fisik, hanya bila karena satu dan lain hal Anda tidak mau atau tidak comfortable menyimpannya sendiri saja boleh dititipkan dan dapat diambil kapan saja Anda perlukan fisiknya.
5. Gerai Dinar melarang jaringan penjualnya baik agen maupun sub agen untuk menjual Dinar secara persuasive – memberi gambaran yang melebihi kenyataannya. Bahkan panduan keagenan Gerai Dinar adalah utamanya untuk kepanjangan tangan Gerai Dinar dalam meng-edukasi masyarakat
– masyarakat yang paham tetapi tidak membeli lebih baik dari yang
membeli tetapi tidak paham. Oleh karena itulah situs ini tidak
memberikan link atau panduan cara untuk membeli Dinar,
karena kami tidak ingin masyarakat yang belum paham buru-buru dan
rame-rame membeli Dinar.
Selain
hal-hal tersebut di atas, ada baiknya juga masyarakat selektif dalam
memilih jenis investasi apapun baik itu emas, deposito, asuransi dlsb.
Jangan menganggap semuanya aman, tetapi juga jangan gebyah uyah
mengganggap semuanya tidak aman. Bahwasanya ada kasus deposito yang
tidak aman di Bank Century yang bermasalah misalnya, lantas tidak
berarti bahwa bank-bank lain juga tidak aman. Bahwasanya ada klaim-klaim
di perusahaan asuransi tertentu yang tidak dibayar yang seharusnya atau
sulit dicairkan, tidak berarti berurusan dengan perusahaan
asuransi itu semuanya sulit. Demikian pula dengan emas, bahwa ada
investasi emas yang menipu – tidak berarti pula bahwa seluruh investasi
emas itu menipu.
Emas
telah menjadi instrumen investasi dan perlindungan nilai sejak jaman
kakek – nenek kita, dengan adanya beberapa kasus yang marak di media
masa akhir-akhir ini – tidak lantas menjadikan investasi emas itu tidak
lagi aman. Perhatikan kuncinya antara lain di lima poin di atas .
Lebih
dari itu semua, dalam perbagai tulisan di situs ini – bahkan menjadi
kategori tulisan terbanyak (entrepreneurship), sering kita ungkapkan
bahwa investasi terbaik itu adalah investasi di sektor usaha riil yang
Anda jalankan sendiri dengan baik. Tidak mudah memang, dan bahkan dalam
proses membangunnya sering Anda harus bermandikan keringat sampai
berurai air mata – tetapi ada hasil investasi yang tidak bisa Anda
peroleh di tempat lain, tidak harus hasil yang sifatnya materi – tetapi
kepuasan bahwa Anda telah berusaha…! InsyaAllah.
- Details
- Kategori : Dinar/Emas
- Published on Sunday, 03 March 2013 12:40
- Oleh : Owner Gerai Dinar
Label:
dinar,
dinar emas,
ekonomi islam,
emas,
emas batangan,
emas lantakan,
gapura dinar,
gerai dinar,
hati,
investasi,
Islam,
koin emas,
koin emas dinar,
malang,
peluang,
peluang usaha,
resiko,
resiko usaha,
surabaya,
usaha
Langganan:
Postingan (Atom)