Laman

Senin, 18 Maret 2013

Mobile Computing Revolution…

Awalnya adalah revolusi pertanian yang terjadi sekitar 12,000 tahun lalu, pada revolusi pertama ini yang berubah adalah kehidupan nomaden para pemburu dan pengumpul hasil alam menjadi petani yang menetap pada suatu daerah. Kemudian revolusi industri yang terjadi sekitar 400 tahun terakhir yang mengantarkan kita kehidupan modern abad 20. Di akhir abad 20 sampai kini, kita sedang menyaksikan revolusi baru yaitu Mobile Computing Revolution atau Revolusi Komputasi Bergerak. Apa yang sedang dan akan berubah secara besar kali ini ?


Berawal dari hanya sekedar alat untuk berbicara jarak jauh, telepon mobil yang dulu seberat accu – kini menjadi telpon genggam (handphone) yaitu suatu alat yang paling banyak dimiliki oleh penduduk dunia. Diperkirakan saat ini ada lebih dari 5.3 milyar atau 70 % penduduk dunia yang memiliki telepon genggam.

Dari sekedar untuk menelpon dan kemudian berkirim teks pendek (SMS),  handphone berubah menjadi smartphone yang serba bisa. Dari mengakses web, mengirim data, email sampai video streaming dlsb.

Saat ini  smarphone-pun sedang dalam proses perubahan ke arah apa yang disebut applications phones atau app-phones. Generasi app-phones sejatinya adalah computer dalam skala penuh, dia bisa menjalankan seluruh fungsi computer layaknya computer Anda yang ada di kantor atau di rumah.

Bukan hanya sekedar meng-akses email, web dan sejenisnya. Dia bisa menjalankan sepenuhnya seluruh aplikasi perkantoran, aplikasi komersial, business process, CRM dan segala aplikasi yang diperlukan untuk menjalankan dunia usaha Anda.

Sebagaimana revolusi pada umumnya, dia melahirkan pemenang yang kemudian memimpin dunia pasca revolusi – tetapi juga membawa korban yang tergusur oleh revolusi. Pemenangnya adalah yang proaktif terlibat dalam menyongsong revolusi dan ikut menentukan arah perubahan, sedangkan korbannya adalah yang pasif menyaksikan perubahan tetapi tidak berbuat sesuatu.

Dua di antara yang sedang berubah secara besar dalam proses revolusi ini adalah beralihnya produk dan layanan fisik menjadi menjadi layanan software yang menggantikannya, dan business process yang tidak lagi terkendala ruang dan waktu.

Contoh pertama adalah di industri musik dan hiburan pada umumnya. Belum hilang dari ingatan kita karena masih tersisa di masyarakat yaitu musik yang direkam dalam bentuk CD. Harganya cukup mahal dan untuk memutarnya-pun menggunakan alat pemutar CD yang dibeli terpisah. Harga CD-CD fisik ini mahal karena perlu didistribusikan sampai jarak yang sangat jauh sehingga menimbulkan ongkos transportasi, biaya untuk outlet, upah karyawan dlsb.

Era CD itu kini bisa kita saksikan sedang berganti, tidak lagi diperlukan CD fisik lengkap dengan jaringan distribusinya. Sebuah lagu cukup dihasilkan dalam bentuk MP3, ditaruh dalam sebuah server – maka seluruh dunia bisa men-dowload-nya. Untuk memainkannya-pun tidak lagi perlu alat khusus, karena rata-rata handphone bisa memainkannya dengan sangat bagus.

Bersamaan dengan berubahnya rekaman CD fisik ke MP3 yang di download, korban-korban revolusi itu berjatuhan. Mulai dari perusahaan rekaman, produsen CD, outlet-outlet CD fisik sampai karyawan-karyawan yang dahulu bekerja pada industri ini.

Contoh kedua adalah apa yang saya alami sendiri. Sudah lima tahun ini kantor saya adalah sebuah handphone standar – yang rata-rata saya ganti setiap dua tahun, bukan karena rusak tetapi setelah dua tahun handphone tersebut obsolete (ketinggalan jaman) dan ada yang lebih baru , lebih murah dan lebih canggih.

Melalui handphone yang semakin canggih ini, seluruh business process yang saya jalankan menjadi tidak terkendala ruang dan waktu. Bukan sekedar membaca sms, email, web dan sejenisnya. Dengan handphone yang ada di pasaran kini, kita sudah bisa menjalankan seluruh aplikasi business yang saya jalankan. Mulai dari otorisasi transaski bank, memantau dashboard dari Balanced Scorecard System , pengelolaan CRM (Customer Relationship Management) dlsb.

Dengan kantor yang tidak terkendala ruang dan waktu, efisiensi menjadi luar biasa. Saya tidak perlu kantor di pusat kota, tidak perlu pakai jas dan dasi bila bekerja, tidak perlu riwa-riwi terjebak di tengah kemacetan kota dan segala biaya tinggi lainnya. Sementara itu client base dan stake holder usaha saya bisa menghubungi saya dari mana saja dan kapan saja 24/7/365.

Selain masalah efisiensi dan peningkatan produktifitas, berbagai peluang baru lahir dengan hadirnya komputasi bergerak ini. Ingat Project O-JEX yang dilombakan pengembangannya di situs gerai dinar  lima bulan lalu ?, project untuk mengatasi kemacetan Jakarta ini direspon oleh sebuah team yang luar biasa – sekumpulan anak muda lulusan terbaik dari perguruan tinggi terbaik.

Insyaallah hasilnya akan bisa dites sebelum Jokowi memberlakukan solusi ganjil-genap untuk mengatasi kemacetan Jakarta. Saat itu Anda bisa menggunakan solusi O-JEX ini untuk berbagi kendaraan dengan orang lain yang nomornya berbeda dengan Anda dlsb.

Revolusi Komputasi Bergerak bisa menjadi solusi yang out of the box bagi apapun usaha Anda, tetapi Anda harus bergerak dahulu sebelum pesaing Anda. Di dalam era teknologi yang berubah sangat cepat ini ini up-to-date saja tidak cukup, Anda harus bisa up-to-tomorrow !.

Untuk bisa up-to-tomorrow atau mendahului jamannya, Anda barangkali perlu team yang bisa menjadi mitra Anda untuk melihat sesuatu dari perspektif yang berbeda. Salah satunya adalah yang lolos seleksi saya dan saya serahi untuk mengembangkan Project O-JEX tersebut di atas. Profile team ini dapat Anda lihat di situs resmi mereka di www.badr-interactive.com. Team yang secara khusus mengembangkan solusi Location-Based Marketing ini, insyaAllah bisa pula berkontribusi positif pada usaha apa saja yang Anda miliki - sejauh usaha Anda membutuhkan solusi kreatif untuk pemasaran berbasis teknologi.

Siapa tahu Anda atau Usaha Anda yang akan memimpin dunia usaha pasca revolusi yang satu ini. InsyaAllah !.


Senin, 11 Maret 2013

Melawan Kebatilan Yang Terorganisir…

Ungkapan bahwa “…kebatilan yang terorganisir rapi akan mengalahkan kebenaran yang tidak terorganisir…” itu nampaknya termanifestasi dalam penguasaan ekonomi dunia. Umat yang memiliki konsep ekonomi syariah ini belum banyak bisa mewarnai ekonomi negeri ini apalagi ekonomi dunia. Sementara itu dengan keserakahannya dan dengan diam-diam zionis Yahudi terus mencengkeram ekonomi dunia sampai negeri ini. Pertanyannya adalah bagaimana mereka melakukannya ? dan bagaimana pula kita akan melawannya 

Luasnya produk-produk zionis Yahudi yang ada di sekitar kita itu dengan mudah Anda dapatkan list-nya dengan search di google terus gunakan kata pencarian “boikot produk Israel” atau “boikot produk Yahudi”. Maka akan sangat banyak yang muncul – sampai saya tidak merasa perlu menyebutkan satu per satu di tulisan ini, saking banyaknya.

Sebelum kita bisa meninggalkan produk mereka yang satu, bermunculan berbagai produk yang lain yang bahkan kita tidak sadar ketika menggunakannya. Walhasil bukan hanya kita akan terus tercengkeram oleh penguasaan ekonomi mereka, tetapi bisa jadi akan semakin intens – bila kita tidak menyadari apa yang sedang mereka lakukan dan bila kita tidak berbuat sesuatu untuk minimal mencukupi kebutuhan diri kita sendiri dahulu.

Bahwasanya mereka menguasai ekonomi dunia - seperti ungkapan tersebut di atas, karena mereka memang melakukan sejumlah hal yang tidak atau belum kita lakukan. Ini antara lain tercermin dalam setidaknya tiga hal berikut :

Pertama tentang akses permodalan. Keseriusan zionis Israel untuk menguasai ekonomi dunia antara lain dilakukan melalui negara yang memberi akses modal bagi usaha-usaha baru dengan rasio sampai 1 : 1. Artinya bila pengusaha warga negeri itu menyiapkan investasi US$ 1 juta untuk usahanya, negara bisa menambah modalnya sampai US$ 1 juta juga. Program yang dalam bahasa Ibrani disebut Yozma yang berarti inisitatif ini, berhasil melonjakkan jumlah pengusaha-penguaha baru di Israel yang kemudian mereka merambah dunia.

Di bursa saham Amerika  NASDAQ saja zionis Israel memiliki jumlah perusahaan yang terdaftar lebih banyak ketimbang seluruh perusahaan dunia (diluar Amerika sendiri) bila digabungkan – termasuk seluruh perusahaan dari negeri-negeri inovatif seperti Singapore, Korea Selatan, Jepang, China dlsb.

Dengan begitu banyaknya perusahaan mereka yang listed di bursa-bursa saham dunia secara langsung maupun tidak langsung mereka juga mengusai akses capital dunia. Jangan lupa juga bahwa bank-bank besar dunia telah lebih dahulu berada pada genggaman tangan mereka.

Salah satu cara untuk memahami keperkasaan akses capital zionis ini antara lain dapat dilakukan dengan melihat tingkat per capita venture capital investment  di negara tersebut yang saat ini berada di sekitar 2.5 lebih besar dari Amerika, 30 kali lebih besar dari Eropa, 80 kali lebih besar dari China dan 350 kali lebih besar dari India.

Kedua setelah akses permodalan dunia mereka kuasai, mereka dengan leluasa membelanjakannya juga untuk kepentingan mereka. Dengan akses capital ini zionis Israel mampu membiayai R & D dalam skala yang sangat besar. Civilian R & D mereka yang berada pada angka 4.5 % dari GDP merupakan yang tertinggi di dunia.

Yang ketiga adalah karena seluruh penduduk zionis Israel terkena wajib militer, maka seluruh pengusaha-pengusaha negeri itu memiliki latar belakang militer yang kuat. Ini membuat mereka membawa disiplin tinggi dan militansi a la militer kedalam usahanya. Latar belakang militer ini juga membuat para pengusaha mereka tahan banting, ketika ada di antara mereka yang gagal - bukan dijauhi atau masuk kotak – tetapi menjadi kajian untuk membangun keberhasilan berikutnya.

Dengan kelebihan-kelebihan mereka ini lantas tidak berarti kita akan meniru atau berguru pada mereka untuk membangun keberhasilan kita. Justru sebaliknya untuk meyadarkan kita bahwa kita mestinya bisa lebih baik. Ajaran agama kita yang dibawa oleh Nabi akhir zaman adalah menyempurnakan ajaran yang dibawakan oleh seluruh nabi-nabi sebelumnya, ajaran agama kita meluruskan apa-apa yang dibelokkan oleh rabi-rabi mereka.

Umat ini justru insyaAllah akan unggul ketika kita tidak mengikuti cara mereka, karena kalau mengikuti cara-cara mereka otomatis kita akan tetap di belakang mereka – dan bahkan mungkin akan semakin jauh ketinggalan berdasarkan fakta-fakta tersebut di atas.

Dalam hal stimulator modal dari pemerintah misalnya, pemerintah kita tidak akan mampu memberi (calon) pengusaha negeri ini modal sebesar modal yang dikumpulkan sendiri oleh (calon) pengusaha yang bersangkutan – seperti dalam program Yozma mereka. Berebut di pasar modal dunia-pun jelas kita ketinggalan jauh, lha wong negeri-negeri lain yang jauh lebih maju dari kita saja ketinggalan jauh kok sama mereka !

Jadi untuk akses permodalan misalnya, kita memang harus punya solusi sendiri yang jitu – yang out of the box, yang kita gali dari prinsip-prinsip ajaran agama kita ini – maka dengan ini insyaallah kita akan unggul – karena kita akan melompat di depan mereka, bukan mengikuti di belakang mereka !

Untuk R & D lain lagi, kita memang tidak atau belum memiliki sumber-sumber dana sebesar yang mereka miliki – tetapi kita memiliki sumber lain yaitu “… petunjuk dan penjelasannya…” (QS 2 :185) , “…jawaban atas segala hal…” (QS 16 : 89) – yang tentu saja tidak terhitung nilainya.

Maka yang diperlukan kemudian adalah bagaimana kita bisa mengorganisir diri secara rapi – berjama’ah membangun kekuatan ekonomi kita bersama. Bila kebenaran ini berhasil kita kelola secara lebih baik dari mereka mengelola kebatilan – maka insyaAllah janji Allah bahwa “…kamulah yang tertinggi…” (QS 3 : 139) itu akan terwujud.

Bentuk konkritnya seperti apa ?, itulah yang dari waktu ke waktu kita ingin wujudkan melalui berbagai program yang kita gagas di situs ini sejak lima tahun terakhir. Belum bisa dikatakan berhasil, tetapi insyaAllah kita juga tidak pernah menyerah. Amin.

Rabu, 06 Maret 2013

Empat Cerita…

Salah satu Ustadz saya setiap Jum’at mengingatkan saya dan juga nampaknya seluruh muridnya yang ter-record di Blackberry beliau, untuk mewaspadai fitnah Dajjal dengan menghafal 10 ayat pertama surat Al-Kahfi. Yang menarik adalah mengapa surat Al-Kahfi ? ternyata didalamnya ada empat cerita yang bisa menjadi survival kit bagi umat akhir jaman ini.

Cerita pertama adalah tentang sekelompok anak muda yang demi untuk menjaga keimanannya rela menyendiri dan menjauh dari masyarakat yang tingkat kerusakannya sudah tidak mungkin diperbaiki. Kelak mereka kembali ke masyarakat ketika situasi berubah. Ketika kembali ini mereka kembali dengan uang-nya sendiri dan selektif dalam memilih makanan : “…Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik…” (QS 18 :19)

Cerita kedua tentang gambaran kebun yang indah dan pemilik kebun yang sombong. Kesombongan yang melupakan kehendak dan kekuatan Allah – yang akhirnya berbuntut kebunnya dihancurkan oleh Allah. Sementara ada orang kedua yang disepelekan oleh pemilik kebun inipun mengingatkan “…mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu "MAA SYAA ALLAH, LAA QUWWATA ILLAA BILLAH" (Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan, maka mudah-mudahan Tuhanku, akan memberi kepadaku (kebun) yang lebih baik daripada kebunmu”(QS 18:39-40).

Cerita ketiga tentang Nabi Musa bersama muridnya dan Nabi Musa bersama gurunya yaitu Nabi Khidr. Bersama muridnya dia meng-eksplorasi alam dengan perjalanan yang jauh dan lama : “…."Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun"”. (QS 18 :60)

Bersama gurunya Nabi Musa diminta bersabar dalam menuntut ilmu : “…inilah perpisahan antara aku dengan kamu; Aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.” (QS 18 :78)

Cerita keempat adalah tentang Zulkarnain, pemimpin yang adil, perkasa, berilmu dan mau bekerja keras untuk memberi solusi permasalahan yang dihadapi oleh rakyatnya: “Zulkarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi" Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Zulkarnain: Tiuplah (api itu)". Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu". (QS 95-96)

Belajar dari rangkaian empat cerita tersebut, maka survival kit kita untuk selamat di akhir jaman itu akan terdiri dari :

1.     Pemuda akhir jaman yang beriman, mampu membentengi diri dari pengaruh rusaknya masayarakat pada jamannya. Mereka mempunyai system keuangan (kehidupan) –nya sendiri, dan mereka menjaga makanan (rezeki) nya.
2.     Mereka bekerja keras mengolah dan memakmurkan bumi dengan tetap bertawakkal dan menyadari bahwa bila mereka berhasil – itu semua atas kehendak dan kekuasaan Allah semata.
3.     Mereka mengamalkan ilmu-ilmu yang mereka miliki untuk mengeksplorasi potensi alam, dan pada saat yang bersamaan mereka belajar meningkatkan keilmuannya secara terus menerus dengan sabar.
4.     Mereka dipimpin oleh pemimpin yang adil, kuat, berilmu pengetahuan dan mau terjun langsung bersama masyarakat untuk menyelesaikan segala persoalan yang ada, pemimpin yang mampu menciptakan keamanan di masyarakat.

Tentu perlu kajian dan pendalaman yang menyeluruh untuk segala bidang – agar empat cerita tersebut bisa menjadi inspirasi untuk amal nyata di dunia yang sudah penuh dengan fitnah ini.

Sekitar setahun dari sekarang, negeri ini akan hiruk pikuk dengan pesta demokrasi untuk memilih para pembuat undang-undang dan pemimpin negeri. Maka dengan pembanding empat cerita di atas, mudah-mudahan kita dimudahkan untuk mengambil sikap kita. Apakah waktunya kita lari menyendiri ke ‘gua’ kita sendiri, atau waktunya terjun menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di masyarakat.

Seandainya toh kita berpendapat bahwa system yang ada begitu rusaknya sehingga kita waktunya lari ke gua-gua; sikap optimism itu masih layak dibangun untuk jaman ini. Bahwa kita belum menuju akhir jaman, sebelum sekali lagi kita menuju kemakmuran.

Maka, tidak inginkah kita menjadi bagian dari umat yang ikut merintis jalan untuk menuju kemakmuran sekali lagi seperti berita nubuwah berikut ?.

Tidak akan terjadi hari kiamat, sebelum harta kekayaan telah tertumpuk dan melimpah ruah, hingga seorang laki-laki pergi ke mana-mana sambil membawa harta zakatnya tetapi dia idak mendapatkan seorangpun yang bersedia menerima zakatnya itu. Dan sehingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai " (HR. Muslim).

Kemakmuran sekali lagi itu oleh dan untuk orang-orang yang sadar zakat – siapa lagi yang sadar zakat kalau bukan kita umat ini ?, lantas siapa lagi yang harus mulai bekerja mewujudkannya bila bukan kita-kita yang hidup di jaman ini ?. Wa Allahu A’lam.


Merdeka Dengan Bergandengan Tangan…

Pada tahun 1939 Josef Stalin mengadakan perjanjian rahasia dengan Adolf Hittler untuk menguasai tiga negara di sekitar laut Baltic yaitu Estonia, Latvia dan Lithuania. Dalam kekuasaan Uni Soviet, penduduk di negara-negara tersebut dilarang mengibarkan benderanya dan bahkan juga dilarang menyanyikan lagu kebangsaannya. Baru 50 tahun kemudian (1989) penduduk di negara-negara tersebut bisa merdeka. Dengan apa mereka merdeka ? tanpa perang dan tanpa perundingan – mereka merdeka dengan secara harfiah penduduknya bergandengan tangan satu sama lain.


Negara-negara Baltic
Mereka bergandengan tangan membentuk rantai manusia yang panjangnya 360 miles atau sekitar 580 km – membentang dari ujung utara Talinn di Estonia – melewati Latvia dan berakhir di kota Vilnius di Lithuania.  

Untuk membentuk rantai manusia yang setara jarak Jakarta - Magelang ini diperlukan 1,200,000 orang yang terdiri dari 300,000 orang Estonia, 400,000 orang Lithuania dan 500,000 orang Latvia. Saat rantai manusia yang sangat panjang ini terbentuk,  sekitar 1 dari 5 orang di masing-masing negara ikut dalam gandengan tangan ini.

Hal kecil yang remeh temeh bila dilakukan sendirian atau sekelompok kecil orang – hanya sekedar bergandengan tangan, tetapi sangat dasyat bila dilakukan serentak dalam jumlah orang yang sangat banyak. Maka apa yang bisa memotivasi mereka untuk berbuat bersama inilah yang sangat penting.

Dalam hal negeri-negeri Baltics tersebut, yang memotivasi mereka adalah keinginan untuk merdeka – agar mereka bisa mengibarkan bendera mereka sendiri dan agar mereka bisa menyanyikan lagu kebangsaannya lagi !.

Beruntung kita sudah 67 tahun lebih merasakan kemerdekaan de jure itu, kita bisa mengibarkan bendera kita dan juga bisa menyanyikan lagu Indonesia Raya tanpa ada yang melarangnya. Tetapi secara de facto – sejak awal euphoria kemerdekaan de jure kita-pun sudah ada yang mengingatkannya.

Yang menjajah kita pasca kemerdekaan de jure memang bukan lagi negara tetapi apa yang disebut corporatocracy – gabungan kepentingan antara perusahaan-perusahaan raksasa dunia dengan institusi-institusi global.

Melalui penjajahan corporatocracy ini peternak sapi dalam negeri terjajah oleh impor daging, demikian pula dengan peternak susu, petani kedelai, petani jeruk dan berbagi buah-buahan lainnya. Atas nama perdagangan bebas petani dan pengusaha kecil di suatu negeri dengan mudah tergencet oleh industrialis raksasa dari negara-negara besar yang mencengkeram dunia.

Memang tidak dibutuhkan suatu negara untuk menjajah negara. Negeri ini pernah dijajah oleh sebuah perusahaan yang bernama Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), maka tidak mengherankan bila di jaman modern inipun kembali korporasi-korporasi raksasa dunia bisa menjajah kita.

Dengan cara mereka, kita dipaksa ‘mengibarkan bendera mereka’ dan dipaksa pula ‘menyanyikan lagu’ mereka. ‘Bendera’ ini terwakili oleh merek-merek dagang mereka, dan ‘lagu-lagu’ ini terwakili oleh kegemaran kita meniru budaya mereka.

Beruntunglah orang-orang di negeri Baltics tersebut di atas – suatu saat setelah 50 tahun terjajah mereka merasakan hal yang sama yaitu rasa terjajah dan ingin merdeka, lantas mereka bergandengan tangan bareng dan akhirnya merdeka.

Kita masih tiga langkah di belakang mereka, pertama kita belum menyadari bahwa kita terjajah oleh penjajahan modern. Kedua karena belum merasa terjajah maka kita belum merasa perlu untuk memerdekakan diri. Dan yang ketiga karena belum merasa perlu memerdekakan diri tentu kita juga belum merasa perlu untuk berbuat bareng.

Tetapi mudah-mudahan kita bisa terus melangkah, mengejar ketinggalan kita, mengejar kemerdekaan hakiki kita. Merdeka dalam system hukum, dalam system ekonomi, politik, perdagangan, budaya,  pemikiran dst. Merdeka dengan bergandengan tangan… InsyaAllah !


Senin, 04 Maret 2013

Jalan Yang Lurus…

Bayangkan Anda berjalan atau mengemudikan mobil di jalan yang lurus dari A ke B, jalan yang tidak ada belokan dan tidak bercabang – mungkinkah Anda tersesat ?. Anda tidak mungkin tersesat, tetapi belum tentu Anda sampai ke tujuan. Sampai tidaknya Anda ke tujuan tergantung dengan fit tidaknya Anda untuk menempuh perjalanan itu dan perbekalan yang Anda miliki. Prinsip menempuh jalan lurus ini berlaku untuk seluruh aspek kehidupan kita.

Yang pertama dan terpenting adalah menemukan jalan yang lurus itu dahulu, karena bila jalan itu masih berbelok-belok dan bercabang sangat mungkin kita tersesat. Dalam hal ibadah misalnya, kita diajari untuk minta petunjuk jalan yang lurus itu setidaknya 17 kali dalam sehari semalam “Tunjukilah kami jalan yang lurus”. (QS 1:6)

Dalam hal usaha, ketika Anda menyiapkan business plan – tantangan terberat Anda adalah memetakan ‘jalan yang lurus’ tersebut. ‘Jalan yang lurus’ bagi sebuah usaha adalah kejelasan visi, ketajaman misi, kejituan strategi dan kedisiplinan aksi. Setelah ‘jalan yang lurus’ bagi usaha Anda tersebut terpetakan – insyaAllah usaha Anda sudah tidak akan tersesat.

Masalahnya adalah ‘tidak tersesat’  tidak berarti bahwa Anda akan sampai pada apa yang Anda cita-citakan tersebut. Setelah ‘jalan yang lurus’ itu Anda temukan, kesiapan fisik Anda untuk menempuh perjalanan itu dan juga perbekalan Anda menjadi tidak kalah pentingnya.

Maka Anda harus pandai mengukur jarak tempuh itu disesuaikan dengan kesiapan ‘fisik’ Anda atau team Anda beserta perbekalannya. Anda tidak bisa melampaui jarak tempuh melebihi jarak yang bisa ditempuh oleh team Anda. Jadi hal berikutnya yang juga sangat penting setelah ‘jalan yang lurus’, kondisi badan yang ‘fit’ dan perbekalan yang dibutuhkan – adalah teman atau team seperjalanan Anda.

Namun perlu diingat, bila perjalanan Anda melibatkan orang lain sebagai teman atau team seperjalanan – Anda harus mau berbagi tentang jalan yang akan Anda tempuh, Anda harus me-lead perjalanan itu sehingga tidak terjadi perdebatan sepanjang jalan. Itulah sebabnya dalam Islam ada istilah Amirul Safar-pemimpin perjalanan, agar di setiap perjalanan itu ada yang memimpin dan mengambil keputusan pada saat yang diperlukan.

Setelah ‘jalan yang lurus’ ditemukan, kondisi Anda fit, perbekalan cukup , team  lengkap, dan vision sharing sudah dilakukan untuk berjalan menuju arah yang sama – dari waktu ke waktu Anda tetap harus memotivasi team Anda untuk terus berjalan menuju sasaran yang dituju.

Bahkan bukan hanya sekedar sampai tujuan, harus ada upaya untuk memotivasi bagi mereka yang bersedia menempuh extra miles – perjalanan lebih dari yang sekedar ditargetkan. Ketika berdo’a untuk diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke surga sekalipun, kita dianjurkan untuk minta surga yang paling tinggi Al-Firdaus Al A’la !.

Dalam seluruh aktifitas kehidupan kita ada yang minimal dan ada maksimalnya. Yang minimal adalah ‘jalan yang lurus’ dan yang maksimal adalah kesediaan untuk menempuh ‘extra miles’. Dalam ibadah  ada yang wajib dan ada yang sunnah melengkapi yang wajib.

Dalam usaha, banyak cara yang Anda bisa tempuh untuk memotivasi team Anda untuk menempuh extra miles – lebih dari yang harus mereka kerjakan. Kebiasaan bekerja lebih dari yang bersifat keharusan ini – bukan hanya baik untuk perusahaan, tetapi juga baik untuk setiap individu yang membiasakan diri untuk melakukannya dalam setiap aspek kehidupannya.

Dalam sebuah hadits qudsi ketika Allah menggambarkan para waliNya, Allah menggambarkannya sebagai berikut :

“Siapa saja yang memusuhi wali-Ku, dia berarti telah memaklumkan agar Aku memerangi dirinya. Tidaklah seseorang bertaqarrub kepada Diri-Ku yang lebih Aku sukai seperti saat dia menunaikan apa saja yang telah Aku wajibkan kepada dirinya. Seorang hamba senantiasa bertaqarrub kepada Diri-Ku dengan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintai dirinya. Jika Aku telah mencintai dirinya, Aku menjadi pendengarannya yang dengan itu dia mendengar; menjadi penglihatannya yang dengan itu dia melihat; menjadi tangannya yang dengan itu dia menyerang; menjadi kakinya yang dengan itu dia melangkah. Jika dia memohon kepada Diri-Ku, niscaya Aku mengabulkan doanya. Jika dia memohon perlindungan kepada Diri-Ku, pasti Aku akan melindungi dirinya.” (HR al-Bukhari).

Para wali adalah orang-orang yang menempuh extra miles yang sunnah dalam ibadahnya. Bayangkan bila Anda dan team Anda membiasakan bukan hanya yang wajib, tetapi juga yang sunnah seperti yang disebutkan di hadits qudsi tersebut – team Anda akan seperti team-nya ‘para wali’ – yang mendengar dengan ‘pendengaran Allah’, melihat dengan ‘penglihatan Allah’, menyerang dengan ‘tangan Allah’, berjalan-pun dengan ‘kaki Allah’. MasyaAllah team para wali ini…!

Untuk ukuran negeri ini misalnya, mungkinkah ‘team para wali’ tersebut diwujudkan di negeri ini ?, saya melihat kemungkinan itu. Terlepas dari begitu meng-haru-biru’nya berita tentang kerusakan politik demokrasi yang diwarnai oleh tindak korupsi yang melibatkan hampir seluruh partai, dari yang rendahan sampai ke tingkat menteri dan para pemimpin partai - namun dibalik ini semua terbesit kabar bahwa para pimpinan KPK adalah orang-orang yang selalu melaksanakan yang wajib dan melaksanakan pula yang sunnah - barangkali dengan itulah mereka berani menangkap siapa saja yang berani korupsi di negeri ini !. Mudah-mudahan mereka bisa menjadi team ‘para wali’ yang menyelamatkan negeri ini, dengan mengawal negeri ini untuk kembali berjalan di ‘jalan yang lurus’ dan mengunggulkan negeri ini melalui perjalanan extra miles yang akan kita tempuh bersama….InsyaAllah.



Investasi Yang Aman…

Dalam dunia investasi ada ungkapan “if it is too good to be true, it may not be true…” bila suatu tawaran investasi itu terlalu indah untuk menjadi kenyataan, mungkin memang tidak nyata. Ungkapan inilah yang menjadikan banyak orang menjadi korban penipuan investasi emas dan perbagai investasi lainnya yang ramai di media akhir-akhir ini.

Maraknya pemberitaan masyarakat yang tertipu dalam investasi emas ataupun investasi lainnya tidak jauh dari ungkapan tersebut. Kalau Anda cermati beritanya, Anda bisa deteksi bahwa suatu investasi itu “…too good to be true…” atau media menyebutnya investasi ‘bodong’ antara lain Anda akan menemukan setidaknya  5 poin berikut :

1.     Menjanjikan untung yang pasti…
2.     Menjanjikan bagi hasil yang sangat besar…
3.     Menjual dengan harga yang melebihi kewajaran…
4.     Investasi dengan tidak ada barangnya…
5.     Produk investasi yang dijual dengan persuasive (gambaran indah yang melebihi kenyataannya) …

Sebaliknya, lima poin ini misalnya Anda tidak akan temukan di investasi Dinar dari Gerai Dinar.

1.     Gerai Dinar tidak pernah menjanjikan untung yang pasti, bahkan sering kita ingatkan di situs ini untuk tidak berspekulasi dengan emas/Dinar.
2.     Kalau toh ada hasilnya, Gerai Dinar tidak menjanjikan hasil yang besar.
3.     Untuk harga, Anda bisa bandingkan harga Dinar dari Gerai Dinar dengan harga di produsen yang mencetaknya seperti Logam Mulia (www.logammulia.com) insyaallah harga Gerai Dinar tidak lebih mahal dari harga di tingkat produsen ini. Bisa juga di cek kewajarannya dengan harga emas fisik di pasaran.
4.     Gerai Dinar menekankan penjualan sedapat mungkin secara fisik, hanya bila karena satu dan lain hal Anda tidak mau atau tidak comfortable menyimpannya sendiri saja boleh dititipkan dan dapat diambil kapan saja Anda perlukan fisiknya.
5.     Gerai Dinar melarang jaringan penjualnya baik agen maupun sub agen untuk menjual Dinar secara persuasive – memberi gambaran yang melebihi kenyataannya. Bahkan panduan keagenan Gerai Dinar adalah utamanya untuk kepanjangan tangan Gerai Dinar dalam meng-edukasi masyarakat – masyarakat yang paham tetapi tidak membeli lebih baik dari yang membeli tetapi tidak paham. Oleh karena itulah situs ini tidak memberikan link atau panduan cara untuk membeli Dinar, karena kami tidak ingin masyarakat yang belum paham buru-buru dan rame-rame membeli Dinar.

Selain hal-hal tersebut di atas, ada baiknya juga masyarakat selektif dalam memilih jenis investasi apapun baik itu emas, deposito, asuransi dlsb. Jangan menganggap semuanya aman, tetapi juga jangan gebyah uyah mengganggap semuanya tidak aman. Bahwasanya ada kasus deposito yang tidak aman di Bank Century yang bermasalah misalnya, lantas tidak berarti bahwa bank-bank lain juga tidak aman. Bahwasanya ada klaim-klaim di perusahaan asuransi tertentu yang tidak dibayar yang seharusnya atau sulit dicairkan, tidak berarti berurusan dengan  perusahaan asuransi itu semuanya sulit. Demikian pula dengan emas, bahwa ada investasi emas yang menipu – tidak berarti pula bahwa seluruh investasi emas itu menipu.

Emas telah menjadi instrumen investasi dan perlindungan nilai sejak jaman kakek – nenek kita, dengan adanya beberapa kasus yang marak di media masa akhir-akhir ini – tidak lantas menjadikan investasi emas itu tidak lagi aman. Perhatikan kuncinya antara lain di lima poin di atas .

Lebih dari itu semua, dalam perbagai tulisan di situs ini – bahkan menjadi kategori tulisan terbanyak (entrepreneurship), sering kita ungkapkan bahwa investasi terbaik itu adalah investasi di sektor usaha riil yang Anda jalankan sendiri dengan baik. Tidak mudah memang, dan bahkan dalam proses membangunnya sering Anda harus bermandikan keringat sampai berurai air mata – tetapi ada hasil investasi yang tidak bisa Anda peroleh di tempat lain, tidak harus hasil yang sifatnya materi – tetapi kepuasan bahwa Anda telah berusaha…! InsyaAllah.