Laman

Jumat, 14 Januari 2011

Peluang & resiko bisnis sekolah musik

Sekolah musik semakin diminati masyarakat
BISNIS INDONESIA JAKARTA
Perkembangan minat bermusik di Tanah Air beberapa tahun terakhir mendorong sejumlah perusahaan membidik bisnis pengembangan dan pendidikan musik bagi masyarakat yang ingin mengasah keterampilan musik. Rahayu Kertawiguna, President Director PT Naga Swarasakti, perusahaan yang bergerak di bidang label rekaman, publishing, dan manajemen artis, memprediksikan industri musik Tanah Air akan tumbuh subur dan mendorong pertumbuhan pendidikan nonformal di bidang musik.

Saat ini, lanjutnya, pihaknya mengurus perizinan untuk mengembangkan sekolah musik dengan ruang lingkup terbatas sekitar 20-25 murid per kelas. "Kami ingin memberikan kesempatan kepada calon musisi agar dapat berkembang dan berkiprah di bisnis musik melalui Nagaswara,"katanya kepada Bisnis kemarin.
Di sisi lain, Rahayu juga sedang menyiapkan pembangunan Nagaswara Music Center (NMC) seluas 2.000 meter persegi di kawasan Cibubur pada 2012. NMC, lanjutnya, dimaksudkan sebagai tempat pembudidayaan dan pengembangan musik. Rahayu berencana melengkapi NMC dengan pelatihan musik, workshop, klinik musik, dan studio rekaman bagi artis di bawah label perusahaan tersebut.
Dia mengatakan saat ini telah memiliki lahan seluas 400 meter persegi untuk membangun gedung. Namun, Rahayu masih menunggu pembebasan lahan di kawasan tersebut untuk memenuhi kebutuhan total lahan seluas 2.000 meter persegi bagi pembangunan gedung dan lahan parkir. "Saya belum bisa menyebutkan nilai investasinya karena masih menunggu pembebasan beberapa tanah lainnya," ujarnya. Tingginya potensi pasar peminat musik Juga menyulut lembaga pendidikan nonformal Primagama mengembangkan unit usaha penyelenggaraan pendidikan musik pada tahun ini.
General Manager Primagama Indonesia Adam Primaskara mengatakan minat masyarakat untuk memberikan pendidikan musik kepada anaknya luar biasa. Dia mencontohkan gerai pendidikan musik milik Primagama di Yogyakarta telah menerima 200 pendaftar sejak soft launching pada bulan lalu.
"Kami menetapkan biaya pendidikan semi, ii Rp500.000 per anak per bulan per satu bidang musik. Temyata peminatnya tidak hanya dari kalangan menengah ke atas, tetapi juga ada dari kalangan kelas sosial bawah seperti dari keluarga tukang becak," katanya.
Adam mengaku menyiapkan kelas untuk pembelajaran sembilan jenis bidang musik antara lain kelas vokal.gitar, bas, piano, biola, drum, dan lain-lain. O


mana tren tengah bertiup, ke situlah para pengusaha mengarahkan jaring bisnisnya. Begitu pula sekarang ini, maraknya kontes menyanyi dan mencetak bintang instan di televise di antaranya Akademi Fantasi Indosiar (AFI) dan AFI Junior, Indonesia Idol, Bintang Cilik, dan Kontes Dangdut Indonesia (KDI) membuat banyak orang tergila-gila ingin menjadi artis musik.
Nah, kursus musik atau sekolah olah vokal pun mulai kebanjiran murid. Apalagi bila sekolah musik itu milik pemusik atau artis kondang. Muridnya tak hanya remaja atau orang dewasa, tapi juga anak-anak kecil yang baru bisa ngomong. Siapa tahu si kecil bisa kayak artis cilik Joshua, atau Samuel si juara AFI Junior yang menggemaskan itu. Agaknya, begitulah pikiran para orang tua yang belakangan getol mengirim anak-anaknya ke sekolah menyanyi. “Belajar musik memang tidak kenal usia,” tutur Fuadi, General Manager Purwa-Caraka Music Studio Kelapa Gading yang sekarang ini memiliki 400 murid.
Bila ingin menjaring keuntungan dari tren ini, mengapa tak mencoba membuka usaha kursus musik atau sekolah menyanyi di daerah Anda? Bila tak pede alias tidak percaya diri lantaran belum mempunyai nama di kancah musik, Anda bisa menggaet penyanyi kondang untuk bergabung. Cara lain yang lebih gampang, Anda tinggal ikutan waralaba yang ditawarkan para pesohor, contohnya pemusik Purwacaraka.
Sejak tahun lalu, pemusik yang ejaan nama sebenarnya Purwa-Tjaraka ini mulai menawarkan waralaba sekolah musik Purwa-Caraka Music Studio yang didirikannya 15 tahun silam. Peminatnya lumayan banyak. Saat ini, dari 23 gerai Purwa-Caraka Music Studio, 17 di antaranya merupakan milik terwaralaba yang tersebar di berbagai kota besar. Bahkan, kabarnya, setelah Lebaran sekolah musik Purwa-Caraka akan bertambah tujuh lagi, sehingga jumlahnya menjadi 30 sekolah.
Sebenarnya, ucap penata musik KDI ini, jumlah peminat waralabanya jauh lebih besar dari jumlah itu. Namun, pihaknya masih menunda keputusan pemberian waralaba bagi sejumlah peminat yang berlokasi di Jakarta. Pasalnya, dalam menjalankan bisnis waralaba sekolah musik ini, Purwa membagi area agar satu gerai dengan gerai lainnya tak saling “memakan”. “Kami menjual waralaba secara terbatas dan dibagi per area. Ini tidak seperti bisnis makanan yang bisa ada di setiap mal walau letaknya berdekatan,” terang abang kandung penyanyi Trie Utami ini.
Pertimbangkan daya beli pasar
Untuk membuka usaha sekolah musik maupun menjadi terwaralaba Purwa-Caraka, setidaknya ada tiga syarat utama yang harus Anda miliki. Yakni: kecintaan pada musik, lokasi yang strategis, dan modal.
Soal lokasi, Purwacaraka me-nsyaratkan, terwaralaba harus memiliki setidaknya delapan kelas yang terdiri dari kelas vokal, piano, keyboard, drum, biola, gitar klasik, gitar elektrik, dan bas. Targetnya, 300 murid setiap bulan. Dengan target ini, sebaiknya Anda tidak membuka usaha di mal atau pusat perbelanjaan, karena ongkos sewa ruangnya pasti sangat besar.
Menurut Purwacaraka, di Jakarta ini tempat-tempat strategis untuk membuka sekolah musik memang tidak banyak lagi. Tapi, di daerah luar Jakarta, pasarnya masih begitu luas. “Peminatnya banyak sementara pesaingnya sedikit,” ujar Purwa. Tapi, ada satu hal yang harus dihitung benar secara cermat oleh calon terwaralaba di daerah, yakni daya beli orang di daerah mungkin saja lebih rendah ketimbang orang Jakarta.
Karena perbedaan ini, mau tak mau biaya kursus di Jakarta dan di daerah pun tak bisa sama. Untuk kelas dasar vokal, misalnya, sekolah di Jakarta bisa memasang harga Rp 200.000 per bulan. Sekolah di daerah seperti Bandung, Yogyakarta, Semarang, atau Surabaya paling hanya bisa memasang tarif Rp 150.000 per bulan.
Ini berarti, dengan jumlah murid yang sama, pendapatan pengusaha sekolah musik di Jakarta dan di luar Jakarta bisa berbeda. Padahal, investasi sekolah musik di daerah umumnya tidak lebih murah dibandingkan dengan investasi di Jakarta. Di daerah, boleh jadi sewa ruangnya lebih murah dari Jakarta. Tapi, soal alat-alat musik, harganya tak jauh berbeda, bahkan di daerah biasanya lebih mahal. Kalaupun dibeli di Jakarta, ada tambahan biaya transportasi ke daerah. Belum lagi bila pengusaha daerah harus mendatangkan para tukang dan ahli dari Jakarta untuk menciptakan ruang kelas yang benar-benar akustik dan layak pakai.
Bicara soal modal, terwaralaba Purwa-Caraka Music Studio setidaknya harus menyediakan modal awal sebesar Rp 255 juta (lihat boks: Hitung-hitungan Waralaba Sekolah Musik Purwa-Caraka). Dari jumlah itu, Rp 50 juta merupakan franchise fee, dan sekitar Rp 30 juta untuk membeli alat-alat musik. Agar alat-alat musik sesuai dengan standar, pihak Purwa-Caraka yang akan menyediakan semua alat-alat musik tersebut. Pihak Purwa-Caraka juga akan mengawasi renovasi ruang belajar agar sesuai dengan standar dan memiliki akustik yang mantap.
Selain franchise fee, Purwa-Caraka selaku pewaralaba juga akan mengutip royalty sebesar 10% dari pendapatan bulanan si terwaralaba. Sebagai imbalannya, terwaralaba berhak mendapatkan sistem kerja, kurikulum, dan sistem operasional komputer untuk para murid. Dan, tentu saja, terwaralaba bisa menggunakan nama besar Purwa-Caraka di tempat kursusnya.
Nama besar saja tentu tak menjamin suksesnya bisnis kursus musik ini. Kunci keberhasilannya juga terletak pada keandalan para guru. Untuk menjamin kualitas instruktur atau guru, Purwacaraka sendiri akan turun tangan dalam audisi dan proses perekrutan para tenaga pengajar di setiap gerai. Untuk mendapatkan guru yang berkualitas, para terwaralaba pun harus berani membayar gaji para instruktur dengan standar 40% dari tarif kelas yang mereka tangani.
Keuntungan yang dinikmati terwaralaba memang lebih kecil dibandingkan dengan gaji para instruktur tersebut. Sebab, dari total omzet yang diterimanya, terwaralaba juga harus mengeluarkan berbagai biaya lain, seperti biaya operasional dan sewa tempat.
Tentu saja setiap kali menerima murid baru ada uang pendaftaran sebesar Rp 300.000 per orang. Ini bisa menjadi tambahan pendapatan terwaralaba. Tapi, menurut Purwacaraka, terwaralaba tidak bisa berharap terlalu besar. “Sisanya paling besar 25% dari omzet,” katanya.
Dengan target murid 300 orang, dan keuntungan bersih 15% dari omzet saja, terwaralaba bakal balik modal dalam tempo 2,4 tahun. Bila mau balik modal lebih cepat, Anda harus bisa menjaring lebih banyak murid lagi.
08 Jun 2010

Peluang & resiko bisnis perlengkapan sekolah

Pedagang Perlengkapan Sekolah Panen

BERITA - peluang-bisnis.infogue.com - JAKARTA, KAMIS-Sudah menjadi siklus tahunan, setiap menjelang tahun ajaran baru pedagang perlengkapan sekolah memasuki musim panen. Meski demikian, secara umum para pedagang tidak menaikkan harga.
"Sebenarnya sepatu yang lama masih ada, tapi setiap ajaran baru sekolah anak-anak minta dibeliin sepatu baru. Ya kita beliin sepasang sepatu seharga Rp 59.900," kata Tety, ibu dua anak yang ditemui di outlet Sepatu Bata di bilangan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (7/7).
Hal yang sama dikatakan Ny Ani yang sedang membelikan sepatu anaknya yang baru sekolah di Taman Kanak-kanak. Sepatu warna pink seharga Rp 89.900 dibelikan untuk putri semata wayangnya. "Biar sekolahnya bersemangat meski harga sepatu barunya hanya Rp 89.900," katanya.

Menurut salah satu pegawai outlet Bata yang enggan menyebut namanya, hari Minggu (6/7) ketika toko baru buka tiga jam, sedikitnya 200 pasang sepatu terjual. Meningkatnya penjualan sepatu juga dialami pedagang kaki lima di Asemka dan Pasar Minggu. Di Asemka harga sepatu warna hitam mulai Rp 25.000 sampai Rp 30.000, sedangkan di Pasar Minggu mulai Rp 40.000 sampai Rp 45.000. Harga tersebut masih bisa ditawar dan pada umumnya bisa turun Rp 5.000."Yang paling laku sepatu warna hitam. Setiap hari bisa menjual 50 pasang, makanya stok sepatu warna hitam kita perbanyak," kata Teguh pedagang sepatu di Asemka.
Mudik
Sementara itu, dari pemantauan Warta Kota di pusat perdagangan garmen dan tekstil di Pasar Tanahabang, permintaan akan pakaian seragam sekolah secara eceran meningkat. "Sejak awal bulan Juli, banyak ibu-ibu yang belanja seragam sekolah. Satu hari bisa terjual sampai 100 kodi untuk melayani pembelian eceran," ungkap H Sjafruddin; pedagang seragam sekolah dari toko Bradhers.
Peningkatan permintaan akan pakaian seragam sekolah secara eceran juga dialami Harkat dari toko Tiga Sekawan. "Jika sebelumnya satu hari bisa menjual 10 kodi, sejak awal bulan ini mampu menjual 25 kodi per hari. Semakin mendekati hari masuk sekolah, pembehan seragam sekolah secara eceran makin ramai," katanya.
Meski terjadi peningkatan akan pakaian seragam sekolah, tidak semua pedagang bisa memenuhi permintaan dan harga jual relatif stabil. Sebab, sekarang ini kesulitan mencari tukang jahit. "Sekarang ini saya tidak bisa berproduksi secara optimal. Karena tukang jahit pada pulang kampung untuk mengurus anaknya sekolah," kata Harkat.
Demikian juga dengan pengakuan H Sjafruddin. "Sejak bulan Juni lalu, tukang jahit dari Pekalongan dan Sukabumi pada mudik. Untungnya saya sudah produksi sejak akhir tahun lalu," ucapnya. (Warta Kota/lis/ver)
Tahun Ajaran 2009/2010 sebentar lagi bakal segera berakhir. Masa liburan yang akan datang dan para siswa artinya juga akan kembali ke sekolah. Kesempatan ini dimanfaatkan betul oleh pelaku bisnis. Berbagai bisnis penjualan perlengkapan sekolah pun kini mulai ramai.
Kondisi ini juga dimanfaatkan oleh Suzuya. Pusat perbelanjaan tersebut juga siap menyediakan berbagai peralatan yang nantinya dipakai saat Tahun Ajaran datang. ”Kita sebagai penyedia produk sandang bagi masyarakat tentunya harus mengerti jauh-jauh hari akan kebutuhan apa yang diinginkan konsumen dimasa mendatang,” jelas Safarudin, Manager Store Suzuya Pekanbaru kepada riaubisnis.com, Selasa (11/5/2010).
Safarudin memaparkan manajemennya kini tengah mempersiapkan penyediaan beberapa item produk yang berkaitan dengan kebutuhan sekolah pelajar,. Nantinya program ini dikemas dalam bentuk back to school. “Setidaknya kita bisa terlebih dahulu mensosialisasikan bahwa Suzuya telah memiliki banyak item-item produk sekolahan seperti paket buku, tas, seragam dan sepatu sekolah,” jelasnya.
Ditambahkannya, selama sepanjang Juni-Agustus 2010, penjualan Suzuya bakal banyak didominasi oleh produk-produk untuk kebutuhan sekolah. Dengan peningkatan jumlah serta jenis barang, Safarudin yakin target toko akan meningkat sebesar 20 persen dari angka penjualan tahun sebelumnya.
Pendapat sama juga disampaikan Suhardi, pemilik toko buku Ikhlas saat di jumpai riaubisnis.com, di jalan A Yani, No 22, Pekanbaru. “Kalau sudah mau masuk liburan sekolah biasanya kita semakin memperbanyak penjualan kelengkapan alat-alat tulis. Permintaan bisa mencapai 5 kali lipat dari hari-hari biasa,” paparnya.
Biasanya peningkatan akan mulai terasa pada Juli-Agustus saat suasana Tahun Ajaran baru akan dimulai. Hingga saat ini Suhardi tengah mempersiapkan berbagai orderan buku serta kelengkapan alat tulis lainnya untuk mengantisipasi lonjakan permintaan konsumen.
Bahkan untuk tahun ini Suhardi memprediksi tingkat permintaan akan lebih banyak dari tahun sebelumnya, karena di wilayah Pekanbaru sudah banyak sekolah-sekolah yang didirikan oleh pihak swasta yang jumlah siswanya juga tidak kalah banyak dengan siswa dari sekolah negeri. (*)


Jumat, 25 Juni 2010 08:13
BATAM (BP) - Tahun ajaran baru sebentar lagi, dan sudah waktunya kebutuhan sekolah sang buah hati mulai dari seragam, sepatu, tas, hingga buku ,dan alat tulis dilengkapi. Untuk mendapatkan perlengkapan sekolah yang super murah dan paling lengkap, cukup datang ke Hypermart Batam.
Di pusat perbelanjaan modern, luas, nyaman serta terlengkap itu, sekarang semua sudah tersedia. Ada berbagai merek buku tulis, antara lain
Sinar Dunia, Kiky, Hipo, Boxy, dan Value Plus. Ditawarkan dengan harga murah mulai Rp11.900 per pack. Buku gambar beserta pensil warna juga tersedia lengkap dalam berbagai ukuran.

Tak hanya itu, Hypermart Batam juga menawarkan seragam sekolah mulai pelajar SD, SMP, SMU dan seragam Pramuka. Seragam ini komplet dengan baju kemeja, rok, celana, dasi, dan topi.

Harga seragam ini pun murah seperti baju mulai dari Rp31.920 hingga Rp39.900. Sementara rok dan celana mulai Rp31.920 sampai Rp58.920. Jika anak-anak membutuhkan sepatu dan tas sekolah, Hypermart Batam menyediakan dalam berbagai ukuran, model, dan variasi warna.

Selain alat tulis dan seragam, pendukung belajar seperti meja belajar dan meja komputer ditawarkan dengan harga jauh lebih hemat dari biasa. Semua kebutuhan sekolah ini, sudah ditata di tengah area toko tepatnya dekat pintu masuk, sehingga pengunjung bisa langsung memilih sesuai kebutuhan. (wie
Masyarakat Mulai “Berburu” Perlengkapan Sekolah
Medan 27/6 (ANTARA) – Masyarakat di Medan mulai “berburu” perlengkapan sekolah, baik di pasar tradisional maupun modern seiring semakin dekatnya tahun ajaran baru.
Ningrum (41), salah seorang ibu rumah tangga yang ditemui di Pusat Pasar Medan, Minggu, mengaku sudah lazim setiap menjelang tahun ajaran baru ia harus berbelanja perlengkapan sekolah untuk anak-anaknya.
Ia mengaku harus membeli pakaian sekoleh, sepatu dan alat-alat tulis seperti buku tulis, pensil dan pulpen.
“Yang dicari sekarang ini perlengkapan alat tulis dan sepatu saja dulu, untuk seragam sekolah nanti saja ketika sudah ada pengumuman dari pihak sekolah. Karena berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumya biasanya untuk siswa baru pakaian seragamnya harus dibeli di sekolah,” katanya.
Mulai banyaknya masyarakat yang “berburu” perlengkapan sekolah berdampak positif pada para pedagang.
Mahdi, salah seorang pedagang perlengkapan sekolah di Pusat Pasar Medan, misalnya, mengaku dalam sepekan terakhir omsetnya meningkat sekitar 20-30 persen dibandingkan pekan-pekan sebelumnya.
“Lumayan juga dalam seminggu ini, omset kita sedikit naik terutama sepatu sekolah,” katanya.
Meski mengalami peningkatan, ia mengaku tidak berani megambil untung telalu banyak, mengingat belakangan ini daya beli masyarakat tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya.
Jika ia mematok perlengkapan sekolah tersebut dengan harga tinggi, kemungkinan besar pelanggan tidak akan jadi membeli dan beralih ke pedagang lain.
“Selain karena sekarang ini sudah semakin banyak saingan, ekonomi lagi susah. Jadi masyarakat cukup selektif untuk berbelanja meski produk tersebut sebenarnya sangat penting,” katanya.
Pengamat sosial Universitas Sumatera Utara Yos Rizal, MSi mengatakan, sudah menjadi keharusan pada setiap tahun ajaran baru orang tua siswa harus menyiapkan dana lebih untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya.
“Bagi orang tua yang berpendapatan ekonomi lemah, hal ini tentunya sedikit memberatkan, namun ini sudah menjadi kewajiban bagi orang tua,” katanya. ***2***

Peluang & resiko bisnis perumahan

Bisnis Perumahan Booming 2010-2014

JAKARTA - Bisnis perumahan nasional akan kembali bangkit 2010 dan booming hingga 2014. Selain didukung perbaikan perekonomian, pertumbuhan pasokan dan permintaan hunian ditopang oleh penurunan suku bunga pembiayaan sektor ini.

"Prospek bisnis perumahan akan tetap bagus hingga 2014. Pertumbuhan ekonomi RI jauh lebih baik dibanding negara-negara tetangga. Masih kurangnya pasokan kumulatif perumahan dibanding permintaan akan menjadikan bisnis sektor ini sangat prospektif," ujar Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanungkalit dalam seminar Housing Estate bersama MEP UGM bertema "Pospek Bisnis Properti 2010 dan Pembiayaannya" di Jakarta, Selasa (15/12).

Panangian memperkirakan, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) mencapai 5,5-6% pada 2010 dan naik hingga 7% pada 2012. Sedangkan laju inflasi tahun depan diperkirakan bergerak stabil pada angka 5,2-5,5%. Berarti juga diperkirakan tetap berada pada level 6,5% hingga tahun 2012, sedangkan suku bunga KPR diyakini akan turun hingga 9,5% pada 2012.

Pertumbuhan konsumsi sektor pemerintah dan swasta diperkirakan berkisar 5-7% per tahun, dan pertumbuhan investasi langsung lokal dan asing rata-rata 3% per tahun. Sedangkan pertumbuhan jumlah kunjungan turis lokal dan asing sekitar 12% per tahun dan pertumbuhan ekspor 8-10% per tahun.

Mengacu pada data Biro Pusat Statistik (BPS), pertambahan jumlah penduduk di kawasan Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi pada 2006 hingga 2020 mencapai 8,1 juta jiwa, atau dari 24,5 juta jiwa menjadi 32,6 juta jiwa. Dari jumlah tersebut penduduk Jakarta diprediksi bertambah 400 ribu jiwa, dari 8,8 juta menjadi 9,2 juta jiwa. Sedangkan penduduk di kawasan Botabek bertambah 7,7 juta jiwa, dari 15,7 juta menjadi 23,4 juta jiwa.

"Sekitar 90% dari 8,1 juta jiwa akan tinggal di Bodetabek karena harga tanah yang sangat mahal di Jakarta. Untuk mengakomodasi pertambahan 8,1 juta penduduk itu dibutuhkan 2,1 juta unit rumah," ujarnya.

Skenario yang mungkin terjadi, jelas dia, pertambahan 2,1 juta rumah itu terbagi atas 1,9 juta unit rumah tapak (landed house) di Bodetabek, dan 200 ribu unit apartemen di Jakarta. "Sekitar 70% dari 1,9 juta unit rumah akan dibangun di Bodetabek dengan harga di bawah Rp 300 juta per unit" jelas Panangian.

Panangian mengatakan, pada periode 2009-2014 pemerintah akan membangun 650.000 rumah sederhana sehat (RSh) melalui dana APBN dengan total nilai kapitalisasi mencapai Rp 50 triliun. Sedangkan untuk unit rumah susun, baik rumah susun sederhana milik (rusu-nami) maupun rumah susun sederhana sewa (rusunawa) jumlahnya mencapai 200.000 unit satuan rumah susun (sarusun) dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp 30 triliun.

"Dengan demikian, total nilai kapitalisasi pasar untuk pembangunan rumah yang didukung pemerintah hingga tahun 2014 mencapai Rp 80 triliun," ujarnya.

Panangian optimistis pasar perumahan, rumah toko (ruko), apartemen menengah, dan rusunami masih prospektif pada 2010. Kendati demikian, nilai kapitalisasi properti komersial seperti apartemen, pusat berbelanjaan diprediksi cenderung stagnan.

Sementara itu, penjualan ruko masih akan meningkat dari Rp 8 triliun pada 2009 menjadi Rp 10 triliun. Penjualan rumah masih meningkat dari Rp 30 triliun menjadi Rp 34 triliun, dan penjualan apartemen menengah masih meningkat dari Rp 8 triliun menjadi Rp 10 triliun.

Prospek Pendanaan

Sementara itu, Kepala Divisi Kredit PT Bank Tabungan Negara (BTN) Budi Hartono memperkirakan, pembiayaan perumahan tahun 2010 masih prospektif. Asumsi itu berdasarkan data BTN yang menyatakan total pertumbuhan kre dit perumahan lebih tinggi dari total pertumbuhan kredit di sektor lainnya.

"Hingga akhir tahun ini total pertumbuhan kredit perumahan mencapai 10,7%, lebih tinggi dibanding pertumbuhan kredit di sektor lainnya yang hanya mencapai 9,6% dibanding tahun 2008. Ini juga mencerminkan tingginya prospek pasar pembiayaan perumahan," kata Budi Hartono.

Budi memprediksikan suku bunga kredit properti tahun depan turun hingga berkisar 10-11%, atau bahkan kurang dari satu digit Penurunan ini diharapkan bisa diimbangi dengan meningkatnya kemampuan pengembang membangun 800.000 unit rumah per tahun untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan pasar perumahan.

"Potensi pengembangan pasar perumahan masih sangat menjanjikan pada 2010. Kami ingin meningkatkan porsi kredit perumahan hingga 75%. Saat ini kendala pertumbuhan properti adalah ketidakseimbangan antara pembiayaan dan pembangunan," kata Budi.
<< Back Bisnis Perumahan November 11, 2007 JAKARTA – Keinginan seseorang memiliki rumah sendiri ataupun rumah bagus tidak pernah pudar. Hal itu terbukti dengan maraknya pengunjung pada setiap kali diselenggarakan pameran rumah. Ada yang datang sekadar melihat-lihat dan ada pula yang cukup serius membeli rumah. Kondisi seperti itu menjadi peluang bagi pengembang untuk memasarkan produknya. Orang yang tadinya tidak berencana membeli rumah, setelah mendapat penjelasan dari sales marketing bisa berubah pikiran. Asik melihat sebuah sketsa perumahan Jatinegara Indah yang ditawarkan, seorang calon konsumen Ny Santi Purnomo, asal Tangerang, kian tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai perumahan tersebut. Rasa tertarik itu kian bertambah ketika sang salesman, Mursyidi, menambahkan,” Perumahan ini bersebelahan dengan perumahan Jatinegara Baru, tempat tinggalnya Eko Patrio.” Karuan saja Ibu Santi tambah bersemangat. Niatnya langsung ingin melihat langsung perumahan tersebut. “Sepertinya perumahan ini bagus ya. Apakah di lokasi ada rumah contoh yang bisa saya lihat?” Wajah Mursyidi pun tampak sedikit gerah. Ia hanya bisa berkata,” Maaf Bu. Kita belum membangun rumah secara fisik ataupun rumah contoh yang bisa dilihat. Sekarang baru infrastruktur dasar seperti jalan masuk ke lokasi. Tapi sudah banyak yang terjual. Yang sisa paling banyak 8 unit dari ratusan unit rumah yang ada,” katanya mencoba meyakinkan. Percakapan singkat di atas terjadi pada BUMN Expo 2003 yang kini sedang berlangsung di Jakarta Convention Center, Jakarta. Salah satu peserta stan adalah PT Pembangunan Sarana Jaya, salah satu BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selama ini PT Sarana Jaya sering bertindak sebagai developer yang membangun berbagai sarana gedung perkantoran di DKI Jakarta. Untuk perumahan Jatinegara Indah yang ditawarkan pada ajang BUMN Expo tersebut, PT Sarana Jaya bekerjasama dengan PT Cakrasarana Larasasri. Keduanya membangun satu kompleks perumahan real estat berlokasi di samping jalan KRT Radjiman, Jakarta Timur. Setidaknya developer merencanakan membangun ratusan unit rumah tipe 45, 60, 75 dan 90 dengan konsep cluster. Dari ratusan tersebut, pengembang cukup berani dengan hanya menawarkan konsep atau brosur. Singkat kata, satu brosur setara dengan rumah tipe 90 bernilai Rp 348,3 juta. Luar biasa bukan? Laris Fenomena menjual rumah dengan cara menjual konsep dengan bermodalkan secarik brosur berwarna dan spesifikasi rumah, agaknya kian menjamur. Terlebih setelah krisis, makin banyak developer yang melakukan strategi pemasaran model begini. Cara seperti ini untuk properti jenis perumahan memang belum lazim. Namun pada properti jenis lain semisal apartemen, sudah jamak dilakukan. Konsep pemasaran ini sering disebut sebagai pre-sales. Beberapa properti di kawasan Sudirman dan wilayah lain di Jakarta, banyak dijual dengan cara ini. Contohnya, apartemen The Pinnacle dan SCBD Suites. The Pinnacle yang lokasinya bersebelahan dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jalan Jenderal Sudirman, menawarkan 136 unit. Terjual di atas 80 persen dan bermodalkan uang muka dari pembeli itu, apartemen ini mulai dibangun dan direncanakan selesai pada tahun 2005. Sementara SCBD Suites lebih sedikit lagi, hanya menawarkan 68 unit apartemen berkelas mewah. Pembangunannya sendiri ditargetkan selesai 2005, namun kini belum ada tanda-tanda pengerjaan konstruksi. Untuk apartemen, PT Colliers International Indonesia memperkirakan, untuk tahun 2003-2005, total suplai di kota Jakarta kurang lebih mencapai 15.778 unit yang bersumber dari 22 proyek pembangunan apartemen strata-title. Antara lain Grand Permata Hijau sebanyak 200 unit, Pakubuwono Residence (600 unit), Apartemen Da Vinci (30 unit), Four Seasons (234), Mediterania Palace Residences (1.597 unit), Sudirman Mansion (216 unit), dan sebagainya. Selain itu, belum lama ini PT Centra Lingga Perkasa (CLP), salah satu anak perusahaan PT Gapura Prima Grup bekerjasama dengan PT Megapolitan Grup menawarkan Apartemen The Bellagio untuk kalangan atas di bilangan Mega Kuningan. Jumlah apartemen dengan dua tower ini juga tidak tanggung-tanggung, 700 unit. Harganya juga tidak main-main. Termurah Rp 724 juta dan paling mahal satu unitnya harganya lebih dari Rp 6 miliar. Boleh percaya boleh tidak, untuk satu tower sudah laku 90 persen, sementara tower lain 80 persen laris diserbu orang. Apa modalnya? Nyaris tidak ada. Cukup bermodalkan nama PT Gapura Prima Grup sebagai pengembang, sketsa rancangan/desain rumah yang bagus dan selebihnya, model-model berparas ayu dan bersuara merdu. Spekulatif Tren penjualan seperti di atas menurut Lukman Purnomosidi, Wakil Ketua Umum DPP REI (Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia), dari kaca mata pengembang masih dapat dibenarkan. Itu katanya, merupakan strategi para pengembang untuk dapat terus berproduksi atau membangun. Karena menurutnya, masih banyak pengembang yang jatuh terkena krisis ekonomi, namun kini kondisi finansialnya masih belum pulih total. Mereka membutuhkan pembiayaan yang lebih bertumpu pada konsumen atau calon pembeli. Tidak masalah jika mereka mengeruk uang dari calon pembeli dulu. Toh, soal membangun rumah contoh atau unit rumah sebenarnya hanya soal waktu. Hanya saja katanya, cara seperti ini tidak boleh menjadi ajang spekulatif. “Harus ada aspek kehati-hatian dari konsumen, begitupun dengan pengembang. Yang terpenting semua perizinan lengkap, baik izin prinsip, IMB (Izin Mendirikan Bangunan), izin lokasi, dan sebagainya. Jika semua itu lengkap, seharusnya tidak ada masalah,” katanya. Secara eksplisit Lukman mengakui bahwa ada pengembang nakal yang melakukan cara-cara penjualan seperti itu bermotifkan kejahatan. Demi mengeruk uang banyak promosi dilakukan gencar. Tidak jarang dengan menggelar acara di hotel berbintang. Namun tunggu punya tunggu, rumah atau apartemen yang dijanjikan tidak kunjung dibangun. Konon ada properti yang masih berlokasi di Mega Kuningan, pembeli sudah membayar uang muka, namun apartemen atau propertinya belum kelihatan batang hidungnya. Bahkan tanda-tanda pengerjaan konstruksi juga sama sekali belum terlihat. Inilah yang ditakutkan bakal terjadi. “Memang ada bedanya. Pada perumahan, tidak masalah membangun satu unit rumah dulu sebagai rumah contoh. Pembangunan juga bisa bertahap menunggu laku dulu baru dilanjutkan. Untuk apartemen cara itu sulit dilakukan, karena pembangunannya harus kolektif, tidak bisa hanya satu unit. Jadi risiko lebih banyak pada apartemen,” Lukman menjelaskan. Reputasi Pendapat hampir senada juga dikemukakan oleh Herman Sudarsono, mantan Ketua DPP REI. Ia yang kini menjabat sebagai CEO PT Duta Putra Group dan memiliki tidak kurang dari 23 proyek properti di Jakarta dan Jabar itu, mewanti-wanti agar konsumen benar-benar mengetahui reputasi dan latar belakang pengembang. “Jika developernya baru dan belum banyak mengerjakan proyek properti sejenis, lebih baik tunggu. Jangan langsung percaya dengan sketsa rumah yang ditawarkan, tetapi lihat apakah developer itu melakukan tahap-tahap konstruksi seperti pembersihan lahan, cut and fill, sampai ada rumah contoh,” ujarnya. Kecuali katanya, yang ditawarkan oleh developer tersebut adalah fase selanjutnya dari rencana jangka panjang pembangunan perumahan itu. Berarti, lanjut Herman, pengembang tersebut sudah terbukti mampu mengerjakan properti di fase sebelumnya. Baik Herman maupun Lukman menggarisbawahi, yang juga layak dipertimbangkan oleh konsumen adalah pertimbangan apakah developer tersebut sudah terdaftar menjadi anggota REI (Real Estat Indonesia) DKI Jakarta. Karena kata Lukman, pengembang yang kenyang asam garam dan banyak membangun perumahan dan properti lain, pastilah sudah terdaftar sebagai anggota di REI. Maka berhati-hatilah konsumen. Jangan sampai maksud hati menuai impian, namun yang didapat justru nasib buruk. (SH/rudy victor sinaga) Sumber: Investor Daily Indonesia 16/12/2009 Oleh Wahyu Sudoyo

Kamis, 13 Januari 2011

Bisnis Internet

Review NegeriAds.Com - Bukan Scam

Dear teman-teman semua,.. Pada posting kali ini, saya ingin menyampaikan sebuah kabar gembira untuk Anda semua. Kabar gembiranya adalah: telah diluncurkan sebuah jaringan PPC baru, bernama NegeriAds.Com.
PPC Ads Network lagi? Betul sekali. Tapi tentu, jaringan baru ini tidak akan seperti yang lainnya. Jaringan PPC ini akan lebih user friendly, responsif dan tentunya juga lebih membawa untung untuk semua pihak.
Bagi Anda yang tertarik untuk menjadi advertiser, untuk menyebarkan iklan tentang produk-produk Anda, atau produk-produk yang Anda affiliasikan, bisa mulai mencoba untuk mengiklankannya di jaringan NegeriAds.Com.
Cost per Click (CPC) sangat murah, hanya mulai Rp 400 / klik / iklan. Dan dengan dilindungi oleh sistem Anti Fraud (1 klik / IP / hari), Anda bisa lebih tenang dan yakin bahwa setiap sen uang yang Anda keluarkan tidak sia-sia.
Bagi para affiliate dan reseller, Anda bisa menjadikan jaringan NegeriAds.Com pilihan alternatif (atau bahkan pilihan utama) untuk beriklan. Bagi para product owner, Anda pun bisa melakukan hal serupa plus merekomendasikan jaringan baru ini kepada para affiliate dan reseller Anda (karena persaingan di jaringan PPC lain sudah ketat).
Untuk mereka yang ingin menjadikan blog / website yang sudah dimiliki sebagai sebuah mesin uang, segeralah bergabung menjadi publisher NegeriAds.Com, dan mulai jaring komisi dari klak-klik pengunjung pada blog / website Anda. Pendaftaran publisher 100% GRATIS.
NegeriAds.Com memberikan sharing profit yang adil, 50%-50% antara network owner dan para publisher. Untuk jenis dan ukuran iklan, disediakan berbagai ukuran iklan berbasis text dan gambar dengan standard tampilan yang sesuai dengan ukuran IAB.
Minimum payout hanya Rp 25.000 dan dibayar dalam waktu 7-14 hari setelah request komisi dilakukan. Ini jauh lebih baik daripada banyak jaringan PPC lainnya yang baru melakukan pembayaran setelah 30 atau bahkan 40 hari setelah payout diminta... mana mau nunggu lama-lama kan?
Kesimpulannya, NegeriAds adalah tempat yang tepat bila Anda ingin menjadi seorang Advertoser atau Publisher untuk market Indonesia. Jadi untuk Anda yang ingin tahu lebih banyak tentang NegeriAds.Com dan ingin mendaftar (sebagai Advertiser atupun Publisher), silakan segera datang ke:
•••> http://negeriads.com/index.php?r=12530
Selamat mencoba menjadi publisher NegeriAds.
Salam sukses untuk Anda!

Selasa, 21 Desember 2010

Peluang & resiko bisnis jasa percetakan


Bisnis Percetakan

Usaha percetakan membutuhkan berbagai proses untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan sehingga mereka akan mencetak ulang. Usaha ini bisa dilakukan pada pagi hari atau malam hari, tergantung pesanan. Jika pesanan semakin besar, maka waktu yang dibutuhkan juga semakin banyak sehingga mesin bekerja 24 jam. Salah satu peralatan yang dibutuhkan adalah mesin cetak.
Mesin yang sering dipergunakan dikenal sebagai mesin Toko yang harga terbarunya Rp 75 juta. Mesin ini mampu mencetak sebanyak 5.000 lembar per jam dengan isian satu folio, tetapi hanya mencetak satu warna (hitam-putih). Anda dapat juga memakai mesin bekas yang harganya Rp 25 juta-Rp 30 juta, tergantung usia mesin.
Umumnya orang yang memulai usaha ini menggunakan mesin bekas, sambil belajar mengenal mesin dan memahami problem permesinan. Apabila usaha sudah semakin besar, maka dapat digunakan mesin yang lebih mahal yang saat ini harganya sekitar Rp 3 miliar. Mesin ini dapat mencetak empat warna dengan kemampuan mencetak 10.000 lembar dengan isian 9 folio.
Harga mesin bekas dengan kemampuan sama sekitar Rp 700 juta untuk mesin buatan tahun 1994. Biasanya pengusaha yang berpengalaman dalam usaha ini tidak membeli mesin terbaru jika order yang diterima besarnya tidak enam kali harga mesin. Uraian penggunaan mesin sudah jelas menyatakan, usaha ini harus dimulai dengan mesin bekas.
Selanjutnya, dibutuhkan mesin potong kertas karena sangat vital sekali untuk membuat rapi hasil cetakan. Harga mesin potong kertas terbaru Rp 17 juta, tetapi pengusaha dapat juga mencari mesin bekas dengan harga minimum Rp 10 juta dengan kemampuan masih dapat diandalkan. Agar mesin potong tidak mubazir, pengusaha dapat menerima pesanan potong kertas dengan pendapatan Rp 500 per kilogram kertas.
Pengusaha juga dapat membeli mesin master, tetapi sebaiknya pekerjaan diberikan kepada pemilik mesin saja. Saat ini satu master seharga Rp 5.000. Jika banyak pekerjaan membuat master, maka mesin ini mutlak diperlukan.
Pengusaha juga memerlukan operator mesin yang sekaligus memelihara mesin. Pengusaha sebaiknya merekrut mereka yang lulus STM jurusan mesin agar pengusaha tidak kerepotan apabila mesin rusak. Gaji operator Rp 1,5 juta-Rp 2,5 juta. Kemudian, dibutuhkan pembuat lay-out menggunakan komputer dengan pendidikan minimum SLTA dengan gaji Rp 750.000 per bulan.
Risiko Usaha
Memulai usaha ini dapat menggunakan gedung minimum 50-100 meter persegi dengan biaya sewa Rp 7,5 juta-Rp 15 juta per tahun. Letak gedung usaha sebaiknya di pinggir jalan agar dapat dilihat berbagai pihak, terkecuali target pasarnya sangat berbeda. Apabila pesanan sudah banyak, maka pengusaha dapat menggunakan ruko dengan sewa Rp 75 juta per tahun.
Pengusaha juga harus mempunyai pegawai rendahan, minimum satu orang, dengan gaji sebesar biaya UMR. Tugas mereka mengantarkan barang dan merapikan hasil cetakan. Biaya listrik dan air tergantung pemakaian. Pengusaha minimum membayar listrik sebesar Rp 500.000 per bulan.
Dalam memproses cetakan, pengusaha membutuhkan tinta cetak, flat, dan buruh yang biayanya sekitar 10 persen dari nilai produksi. Secara kasar perhitungan hasil cetakan, ongkos cetak secara rata-rata Rp 10 per lembar. Jika menambah satu warna, maka tambahan biaya sekitar Rp 10. Sebagai bahan cetakan, minimal adalah kertas HVS 70 gram yang harganya Rp 50-Rp 55 per lembar. Jika memakai HVS 80 gram, maka biayanya Rp 60 per lembar.
Biaya pokok produksi telah diuraikan, selanjutnya harga jual produk cetakan dinilai dengan harga pokok produksi ditambah margin yang diinginkan. Pengusaha percetakan biasanya mengambil margin 25 persen, tetapi bisa lebih kecil apabila pesanan cetakan semakin banyak.
Pemasaran bisnis dapat dimulai dengan mencetak keperluan kantor sehingga dapat melakukan penawaran ke kantor-kantor. Teman terdekat sebagai pelanggan pertama dapat dipergunakan. Namun, banyak juga pengusaha yang mengejar cetakan dari departemen karena sekali mencetak pesanan sangat banyak. Hubungan baik dengan berbagai pihak sangat diperlukan untuk mendapatkan pesanan besar.
Uraian sebelumnya memberi gambaran bahwa apabila ingin memulai usaha ini dapat dilakukan dengan modal Rp 75 juta. Pengusaha harus bekerja keras dalam satu atau dua tahun pertama, terutama untuk mendapatkan pelanggan. Risiko utama bisnis ini adalah tidak adanya pelanggan. Kualitas produk harus diperhatikan pengusaha supaya pelanggan semakin banyak. Selamat berinvestasi dan berbisnis.
Sumber : http://www.kompas.com/
Oleh:Adler Haymans Manurung, ChFC, RFC
Direktur Fund Management PT Nikko Securities Indonesia
Beritahukan ke teman anda..

Penganalisaan bisnis percetakan dalam artikel ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas soft skill yang diberikan oleh mata kuliah ekonomi koperasi. Artikel ini membahas tentang analisa bisnis percetakan yang terdapat di Indonesia, dalam artikel ini dijelaskan hal-hal yang  perlu diperhatikan dalam memulai bisnis percetakan, apa saja yang dibutuhkan dalam pendiriannya serta rincian biaya yang diperlukan untuk merilis bisnis  percetakan dan keuntungan memiliki bisnis percetakan ini.
Dengan pesatnya perkembangan teknologi sekarang ini saya sangat tertarik untuk  membahas masalah ini karena usaha percetakan merupakan salah satu usaha bisnis yang cukup menjanjikan dimasa sekarang ini, dimana orang / badan / lembaga yang menggunakan jasa ini untuk mempromosikan produk ataupun jasa kepada konsumen melalui percetakan ini. Hal ini menunjukkan bahwa betapa pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia khususnya.
Analisa ini sangat sederhana,  tetapi dengan kesederhanaan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin melakukan bisnis periklanan serta mampu mengembangkan bisnis warnet yang di jalankannya.
Pendahuluan
Perkembangan pesat dunia usaha sekarang ini ditandai dengan munculnya perusahaan-perusahaan baru. Perusahaan-perusahaan tersebut didirikan dengan tujuan  untuk mensejahterakan pengusaha atau pegawainya, serta dalam rangka mengatasi jumlah pengangguran, yaitu menciptakan lapangan kerja baru. Perusahaan-perusahaan tersebut akan bersaing dalam perusahaan yang telah ada maupun perusahaan baru lainnya. Baik perusahaan yang baru maupun perusahaan yang telah lama berdiri memerlukan jasa percetakan untuk membuat iklan dengan tujuan untuk mengenalkan produknya pada masyarakat.
Dengan melihat semakin banyaknya pihak yang membutuhkan jasa percetakan maka akan membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang percetakan. Untuk mendapatkan pangsa pasar yang seluas luasnya, perusahaan yang bergerak dibidang percetakan harus pandai-pandai menerapkan manajemen kerja yang maksimal. Selain itu perusahaan harus mengutamakan kualitas berbagai desain karena dengan desain yang berkualitas maka perusahaan jasa percetakan tersebut akan memiliki karakteristik sendiri.
Dewasa ini komputer merupakan perangkat yang mutlak sangat diperlukan oleh perusahaan jasa percetakan, mengingat program aplikasi-aplikasi software yang memudahkan dalam proses desain relatif mudah diperoleh. Selain lebih efektif, program tersebut  dapat mewakili visualisasi produk yang akan diproduksi.
Dalam pembuatan proses desain percetakan, penyesuain karakteritik warna menjadi hal yang sangat penting mengingat selama ini belum ada cara yang paling simpel atau praktis untuk menyesuaikan warna pada monitor dengan warna hasil print out. Pada proses ini, tidak saja aspek pengenalan software semata yang harus dipahami, tetapi dibutuhkan pula kejelian dan pengetahuan tentang aspek-aspek lain berkaitan dengan warna. Oleh sebab itu penulis mengangkat permasalahan tersebut sebagai laporan penelitian.

Pembahasan

Analisis Bisnis Percetakan

Usaha percetakan membutuhkan berbagai proses untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan sehingga mereka akan mencetak ulang. Usaha ini bisa dilakukan pada pagi hari atau malam hari, tergantung pesanan. Jika pesanan semakin besar, maka waktu yang dibutuhkan juga semakin banyak sehingga mesin bekerja 24 jam. Salah satu peralatan yang dibutuhkan adalah mesin cetak.
Mesin yang sering dipergunakan dikenal sebagai mesin Toko yang harga terbarunya Rp 75 juta. Mesin ini mampu mencetak sebanyak 5.000 lembar per jam dengan isian satu folio, tetapi hanya mencetak satu warna (hitam-putih). Anda dapat juga memakai mesin bekas yang harganya Rp 25 juta-Rp 30 juta, tergantung usia mesin.
Umumnya orang yang memulai usaha ini menggunakan mesin bekas, sambil belajar mengenal mesin dan memahami problem permesinan. Apabila usaha sudah semakin besar, maka dapat digunakan mesin yang lebih mahal yang saat ini harganya sekitar Rp 3 miliar. Mesin ini dapat mencetak empat warna dengan kemampuan mencetak 10.000 lembar dengan isian 9 folio.
Harga mesin bekas dengan kemampuan sama sekitar Rp 700 juta untuk mesin buatan tahun 1994. Biasanya pengusaha yang berpengalaman dalam usaha ini tidak membeli mesin terbaru jika order yang diterima besarnya tidak enam kali harga mesin. Uraian penggunaan mesin sudah jelas menyatakan, usaha ini harus dimulai dengan mesin bekas.
Selanjutnya, dibutuhkan mesin potong kertas karena sangat vital sekali untuk membuat rapi hasil cetakan. Harga mesin potong kertas terbaru Rp 17 juta, tetapi pengusaha dapat juga mencari mesin bekas dengan harga minimum Rp 10 juta dengan kemampuan masih dapat diandalkan. Agar mesin potong tidak mubazir, pengusaha dapat menerima pesanan potong kertas dengan pendapatan Rp 500 per kilogram kertas.
Pengusaha juga dapat membeli mesin master, tetapi sebaiknya pekerjaan diberikan kepada pemilik mesin saja. Saat ini satu master seharga Rp 5.000. Jika banyak pekerjaan membuat master, maka mesin ini mutlak diperlukan.
Pengusaha juga memerlukan operator mesin yang sekaligus memelihara mesin. Pengusaha sebaiknya merekrut mereka yang lulus STM jurusan mesin agar pengusaha tidak kerepotan apabila mesin rusak. Gaji operator Rp 1,5 juta-Rp 2,5 juta. Kemudian, dibutuhkan pembuat lay-out menggunakan komputer dengan pendidikan minimum SLTA dengan gaji Rp 750.000 per bulan.
Risiko Usaha
Memulai usaha ini dapat menggunakan gedung minimum 50-100 meter persegi dengan biaya sewa Rp 7,5 juta-Rp 15 juta per tahun. Letak gedung usaha sebaiknya di pinggir jalan agar dapat dilihat berbagai pihak, terkecuali target pasarnya sangat berbeda. Apabila pesanan sudah banyak, maka pengusaha dapat menggunakan ruko dengan sewa Rp 75 juta per tahun.
Pengusaha juga harus mempunyai pegawai rendahan, minimum satu orang, dengan gaji sebesar biaya UMR. Tugas mereka mengantarkan barang dan merapikan hasil cetakan. Biaya listrik dan air tergantung pemakaian. Pengusaha minimum membayar listrik sebesar Rp 500.000 per bulan.
Dalam memproses cetakan, pengusaha membutuhkan tinta cetak, flat, dan buruh yang biayanya sekitar 10 persen dari nilai produksi. Secara kasar perhitungan hasil cetakan, ongkos cetak secara rata-rata Rp 10 per lembar. Jika menambah satu warna, maka tambahan biaya sekitar Rp 10. Sebagai bahan cetakan, minimal adalah kertas HVS 70 gram yang harganya Rp 50-Rp 55 per lembar. Jika memakai HVS 80 gram, maka biayanya Rp 60 per lembar.
Biaya pokok produksi telah diuraikan, selanjutnya harga jual produk cetakan dinilai dengan harga pokok produksi ditambah margin yang diinginkan. Pengusaha percetakan biasanya mengambil margin 25 persen, tetapi bisa lebih kecil apabila pesanan cetakan semakin banyak.
Pemasaran bisnis dapat dimulai dengan mencetak keperluan kantor sehingga dapat melakukan penawaran ke kantor-kantor. Teman terdekat sebagai pelanggan pertama dapat dipergunakan. Namun, banyak juga pengusaha yang mengejar cetakan dari departemen karena sekali mencetak pesanan sangat banyak. Hubungan baik dengan berbagai pihak sangat diperlukan untuk mendapatkan pesanan besar.
Uraian sebelumnya memberi gambaran bahwa apabila ingin memulai usaha ini dapat dilakukan dengan modal Rp 75 juta. Pengusaha harus bekerja keras dalam satu atau dua tahun pertama, terutama untuk mendapatkan pelanggan. Risiko utama bisnis ini adalah tidak adanya pelanggan. Kualitas produk harus diperhatikan pengusaha supaya pelanggan semakin banyak. Selamat berinvestasi dan berbisnis.
Kesimpulan
Dari hasil analisis yang saya lakukan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa usaha bisnis percetakan ini cukup mengunungkan karena jasa ini sangat dibutuhkan oleh banyak pengguna seperti masyarakat / badan / lembaga untuk membuat iklan-iklan untuk promosi produk ataupun jasa mereka kepada konsumen.

Bisnis Percetakan Berkembang Pesat

Bisnis Percetakan adalah suatu jenis usaha yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Terutama dalam beberapa tahun terakhir ini, bisnis percetakan semakin berkembang dengan pesat hal ini dapat dilihat dari munculnya pemain-pemain baru dalam bisnis ini baik itu sales atau marketing percetakan dan juga pengusaha-pengusaha baru dalam bisnis ini. Apalagi sekarang ditunjang dengan semakin banyak dan majunya teknologi pendukung dari bisnis percetakan ini. Diantaranya adalah untuk proofing warna sudah menggunakan mesin printer yang kualitas hasil cetaknya 90% sudah mirip dengan hasil cetak. Dan juga semakin banyaknya pengusaha yang membuka bisnis repro untuk film separasi warna.
Disamping hal tersebut diatas ada beberapa hal lagi yang menyebabkan hal ini bisa terjadi. Walaupun semakin hari orang yang membangun bisnis percetakan semakin bertambah tetapi konsumen atau pasarnya juga semakin terbuka lebar, sehingga hal tersebut merupakan sebuah peluang besar bagi anda yang saat ini mungkin masih bingung ingin menekuni bisnis apa yang harus dilakukan. Bagaimanakah peluang bisnis dari usaha ini…?
Untuk kebutuhan pasar atau konsumen produk-produk percetakan yang dibutuhkan diantaranya adalah barang-barang yang biasa kita lihat di sekeliling kita dan kita gunakan sehari-hari, misalnya buku tulis, buku bacaan, buku pelajaran, nota, faktur yang biasa kita peroleh sewaktu belanja di toko, kwitansi, dus-dus kemasan makanan atau kemasan barang-barang lainnya, tas jinjing (hand bag/shopping bag), kartu nama, undangan, kalender, hang tag atau label, kop surat, amplop, sticker, poster, ID card, brosur, leaflet, company profil, majalah, bulletin, tabloid, dan lain sebagainya. Jika anda memperhatikan dimana pun dan kemana pun kita pergi, selalu saja kita jumpai barang-barang produk percetakan tersebut.
Bisnis Percetakan juga merupakan jenis usaha yang bisa dilakukan oleh kebanyakan orang meskipun tidak mempunyai modal Mesin Percetakan sekalipun. Hal ini yang biasa dilakukan oleh sales atau marketing. Hal tersebut dikarenakan banyak sekali percetakan-percetakan yang mempunyai peralatan cetak yang menyediakan jasa ongkos cetak untuk orang-orang yang tidak mempunyai peralatan, dengan biaya yang relatif murah (harga rekanan). Bahkan jika seseorang telah berpengalaman dalam bisnis percetakan ini, maka tanpa modal uang atau (maaf) modal dengkul sekalipun usaha ini terkadang juga bisa dilakukan.
Bagi Anda yang mungkin tertarik dan berminat untuk menekuni usaha percetakan, maka ada beberapa cara dalam proses pengerjaan cetak ini bisa menjadi pilihan dan panduan Anda:
Pengerjaan dengan mesin cetak offset
Diantaranya dengan menggunakan Mesin Percetakan offset Toko, Riobi dan Oliver

Pengerjaan dengan teknik sablon

Baik itu sablon manual ataupun dengan mesin (Biasanya untuk media bahan plastik, blangko undangan/beli jadi, blangko kartu nama).
Pengerjaan dengan teknik digital printing (print warna)
Hal ini biasanya dilakukan ketika order yang kita terima terlalu minim untuk dicetak karena untuk ongkos cetak juga ada ongkos minim.
Sedangkan keuntungan yang didapat untuk Bisnis Percetakan ini juga lumayan memuaskan. Jadi apabila sebagian dari anda yang membaca artikel ini bingung untuk memulai usaha mungkin hal ini bisa untuk dijadikan bahan pertimbangan.
Selamat mencoba, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda…!!!.
adeesign.com

Tips Pilih Mesin Percetakan

Beli mesin Cina ? wah.. jangan deh, tidak kuat, jelek, rewel, service / sparepartnya gimana?, dijual lagi nggak laku, teknisinya sulit dihubungi, pokoknya janganlah, lebih baik beli mesin second aja deh sudah pasti bandelnya. Ya itulah antara lain komentar orang-orang lima tahun lalu menurut pengalaman Iis Superiadi yang mencoba memasarkan Mesin Percetakan made in Cina.
Perkembangan Akhir
Dan sekarang…,diakui atau tidak inilah sebuah kenyataan bahwa mesin cina bukan hantu bagi percetakan,bahkan sebelum ini kita sudah mengenal atau bahkan kita menggunakannya. Sekarang lihatlah perkembangan mesin-mesin Cina,mungkin sudah ada dimeja kerja kita brosur-brosur dan penawaran tentang harga mulai dari pelat cetak,master paper,film,plate maker,mesin cetak dari ukuran folio sampai ukuran plano,mesin-mesin finishing(komplit/lipat/lem/jahit dll).

Bagaimana kita menyikapi ini semua? Berdasarkan wawancara kami dengan Iis Supriadi, yang juga Alumni SMT Grafika Desa Putera dan Alumni Akademi Teknologi Grafika Trisakti Jakarta, memberikan beberapa tips memilih Mesin Percetakan :
1. Referensi:
Mintalah referensi kepada teman atau rekan bisnis anda yang pernah membeli produk alat/mesin Cina. Tanyakan bagaimana selama ini menggunakan mesin tersebut apakah banyak masalah, bagaimana pelayanan service/teknisi, sparepart tersedia apa tidak, kalau mesin tersebut bagus dimana saya dapat membelinya, kalau perlu siapa salesnya yang bertanggung jawab terhadap mesin yang saya beli. Referensi dari pengguna mesin Cina ini penting, sebab kepuasan orang lain akan kita jadikan acuan untuk dapat membeli mesin tersebut. Tanyakan juga kepada agen/penyalur alat/mesin Cina dimana dan berapa jumlah populasi alat/mesin sampai dengan saat ini.

2. Demo produk:
Mintalah demo produk agar kita lebih jelas terhadap alat/mesin yang ditawarkan kepada kita, karena setelah kita mendapatkan referensi sekarang kita sendiri yang akan membuktikannya dengan demo produk, kalau perlu minta demo gratis (karena ada juga yang meminta down payment 20-30 persen baru bisa demo, dan kalau pembelian batal DP hangus). Hadirkan juga dalam demo tersebut operator atau teknisi yang independent atau orang kepercayaan kita untuk menilai demo tersebut.

3. Jaminan purna jual:
Mintalah jaminan purna jual berupa garansi spare part dan garansi service yang biasanya gratis selama jangka waktu tertentu,dan tanyakan ketersediaan sparepart dan teknisi setelah masa garansi habis/selesai. Untuk bahan pertimbangan biasanya alat/mesin Cina yang dijual merupakan copy paste dari alat/mesin yang sudah ada buatan Jepang atau Jerman, pastikan mesin tersebut sudah banyak dipasaran Indonesia. Artinya jika ada sparepart yang kita butuhkan nantinya bisa digunakan di alat/mesin Cina atau sebaliknya.

4. Harga:
Harga adalah salah satu alasan kita untuk berinvestasi pada alat/mesin Cina, biasanya harganya setengah atau lebih dari mesin buatan Jepang,dan tiga atau empat kali dari harga alat/mesin buatan Jerman. Bahkan setara dengan alat/mesin Second. Alasan inilah yang biasanya digunakan untuk investasi mesin baru dibanding dengan mesin second karena lebih terjamin atas adanya garansi service dan sparepart.

5. Analisis Perbandingan Persaingan:
Lakukan analsis perbandingan dengan mesin ex-negara lain nya atau merek lainnya atau bahkan mesin second-hand, bandingkan positif dan negatif atas 4 faktor diatas. Kemudian saatnyalah untuk mengambil keputusan.

kertasgrafis.com

Hitung Biaya Investasi Percetakan

Yang pertama kali orang banyak tanyakan ketika akan membuka sebuah percetakan adalah berapa biaya dan biaya apa saja yang dibutuhkan untuk mendapatkan harga pokok sebuah order atau cetakan, sebagai insan grafika saya akan sedikit membantu memberikan informasi. Untuk tulisan pertama saya ini bagaimana mengetahui / menghitung biaya sebuah mesin Mesin Percetakan, dan selanjutnya bagaimana menghitung biaya dari mulai persiapan (desain / setting / film / plate), produksi (cetak / varnish / laminating), Finishing (penjilidan / packing dll), hingga kepada menghitung biaya pokok produksi sebuah majalah.
Mesin Mini Offset disini mengacu kepada Mesin Percetakan biasa yang mempunyai spesifikasi unit cetak 1 warna dengan ukuran kertas maksimum A3, 297 x 420 mm. Umumnya dengan mesin inilah orang biasanya memulai bisnis percetakan kecuali orang yang bermodal besar bisa memulai dengan mesin buatan Eropa, Jepang dan lainnya.
Investasi Mesin
Total awal investasi alat dan pemasangan adalah Rp.45.000.000,-. Perkiraan umur mesin untuk perhitungan depresiasi adalah 10 tahun.
Untuk perhitungan jam produksi dalam satu tahun diambil angka sebesar 1500 jam, dengan kecepatan cetak mesin rata-rata adalah 4000 lembar/jam.
Biaya operasional
Secara garis besar total biaya operasional kurang lebih hampir sama dengan nilai mesin cetak yaitu Rp. 44.467.662,- yang dirici sebagai berikut;

1. Kebutuhan tempat
Diperlukan tempat kurang lebih 4 x 6 meter, bisa juga 3 x 3 m bila dipaksakan, biaya tempat Rp.500.000,-/bulan atau Rp. 6.000.000,- pertahun.

2. Gaji operator cetak
Gaji operator cetak sebesar Rp.1.200.000,- per bulan atau Rp. 14. 400.000,- pertahun , serta gaji staff teknisi kurang lebih 10% dari besar gaji cetak operator atau Rp. 1.440.000,-. Tentunya biaya gaji tergantung dengan pengalaman, tingkat keahlian operator cetak dan daerah dimana investasi berlangsung.

3. Spare-part dan material,
Pemakaian alat dan material diperkirakan Rp.350.000,-/bulan atau Rp. 4.500.000,- pertahun.,-

4. Air dan listrik
Air adalah bagian tidak terpisahkan dari proses cetak offset dimana diperlukan untuk mencampur larutan pembasah. Pemakaian air Rp.75.000,-/bulan atau Rp. 900.000. Pemakaian listrik sebesar 350 watt dengan Rp.500,-/KWH untuk total 1500 jam selama setahun adalah Rp. 262.500,- (0.350 x Rp.500 x 1500 jam).

5. Perawatan mesin
Biaya perawatan dan reparasi diambil angka 2% dari biaya mesin cetak atau Rp. 900.000,- / bulan. Kegiatan perawatan mesin cetak sangat kritis dan diperlukan untuk menjaga mutu kualitas cetak dan keawetan mesin, dimana setiap minggu mesin diganti air pembasahnya dan setiap bulan mesin diperiksa apakah ada bagian aus atau diberi minyak pelumas.

6. Biaya modal
Bunga Modal yang di Investasikan12% dari mesin cetak atau sebesar dari nilai investasi mesin cetak, 12% x ½ x Rp. 45.000.000,- atau $2.700.000,-

7. Biaya tak langsung
Biaya perusahaan tidak langsung, berkaitan dengan resiko produksi sebanyak 10% dari total jumlah biaya ke 6 rinacian diatas, 10% x Rp. 35.302.500 atau sebesar Rp. 3.530.250,-

8. Biaya umum
Biaya umum berkaitan dengan resiko penjualan sebanyak sebanyak 15% dari total jumlah biaya ke 7 rincian diatas, 15% x Rp.38.832.750,- atau sebesar Rp. 5.824.912,-.(.(Iis Superiadi.Amd.Graf))

xgdigital.com

Usaha Percetakan Modal NOL

Memulai bisnis desain dan Bisnis Percetakan tidak sesulit yang diduga oleh banyak orang. Bisnis ini lebih bersifat jasa daripada produksi, kecuali Anda memulainya dengan membeli mesin cetak sendiri.
Modal awal yang dibutuhkan untuk menjadi pengusaha desain dan bisnis percetakan adalah relasi, ketekunan dan keseriusan, management waktu, dan pelayanan pelanggan. Anda dapat memulai bisnis percetakan ini dengan modal uang Nol, cukup memanfaatkan asset yang Anda miliki, seperti sepeda motor, komputer dan handphone.
Langkah-langkah yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini adalah :
1. Mencari supplier kertas, seperti toko kertas, minta katalog contoh kertas beserta harga-harganya
2. Mencari perusahaan percetakan yang menerima jasa makloon (menerima ongkos cetak), tanyakan berapa tarif cetak perwarna, atau per proyek, mintalah informasi sedetail-detailnya tentang proses cetak, dan hal-hal yang mempengaruhi harga dan kualitas.
3. Mencari supplier pra cetak, seperti film separasi warna dan pembuatan plat cetak, pelajari tarif2 nya, dan spesifikasi file komputer yang dapat mereka terima, apakah mereka bisa menerima file output dari CorelDraw, Adobe Ilustrator, Freehand, dsb… Pelajari juga tarif2 nya.
4. Mencari perusahaan jasa desain, yang menerima order desain atau setting layout, kecuali Anda memiliki skill desain dan layout serta memiliki perangkat komputer dan printer sendiri.
5. Beli buku-buku desain, contoh2 desain brosur, logo, dsb.. sebagai ilustrasi buat calon pelanggan, sehingga mereka bisa menemukan style yang mereka inginkan, untuk kemudian kita kembangkan sendiri sesuai harapan pelanggan.
6. Belajarlah berhitung harga cetak seteliti mungkin sehingga harga jual bisa sangat bersaing.
Proses Kerja bisnis ini :
1. Pelanggan menceritakan kebutuhannya, harapannya dan spesifikasi benda cetaknya.
2. Anda membuat draft desain awal, mintakan persetujuan pelanggan, umumnya pelanggan meminta beberapa alternatif sehingga mereka dapat memilih.
3. Setelah draft desain awal disetujui, kembangkan desain tersebut sehingga layak untuk diproduksi’
4. Print final desain untuk mendapat persetujuan pelanggan, pastikan tidak ada kesalahan pengetikan dan gambar, pastikan pelanggan menandatangani proof desain tersebut, hal ini diperlukan jika terjadi komplain dari pelanggan dikemudian hari.
5. Copy file desain menggunakan flash disk, kirim kepada perusahaan percetakan (jika mereka memiliki semua prangkat pra cetaknya), atau kirim kepada peruasahaan pra cetak, separasi film warna dan plat.
6. Beli kertas sesuai spesifikasi yang diminta pelanggan, minta kepada toko kertas untuk memotong kertas sesuai dengan final output yang diinginkan ditambah margin untuk percetakan
7. Bawa kertas yang sudah Anda beli beserta film separasi warna dan plat cetak kepada percetakan, buat tanda terima dan perintah kerja, termasuk masalah harga dan janji tanggal penyelesainnya.
Persaingan Bisnis Percetakan dan desain sudah sangat banyak, namun jangan khawatir, rezeki Anda Allah Ta’ala yang menentukan, Anda hanya diperintahkan untuk berusaha dengan memperbaiki mata pencaharian dan bertakwa, agar rezeki turun.
pengusahamuslim.com

Tips Peluang Usaha Percetakan

Percetakan adalah salah satu jenis usaha yang cantik dan baik untuk dilirik :)
Mengapa saya berpendapat demikian?
Karena dari pengamatan saya selama ini, walaupun semakin hari orang yang membangun bisnis percetakan semakin bertambah, tetapi konsumen atau pasarnya juga semakin terbuka lebar, sehingga hal tersebut merupakan sebuah peluang usaha yang sangat besar.
Coba kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, kemanapun dan dimanapun kita arahkan pandangan, pasti hampir semua produk atau barang hasil dari percetakan akan selalu ada, misalnya: buku-buku, nota/faktur yang biasa kita peroleh sewaktu belanja di toko atau supermarket, kwitansi, dus-dus kemasan makanan atau kemasan barang-barang lainnya, tas jinjing (hand bag/shopping bag), kartu nama, kartu undangan, kalender, hang tag atau label, kop surat, amplop, sticker, poster, ID card, brosur, leaflet, company profil, majalah, bulletin, tabloid, spanduk, reklame dan lain sebagainya.
Percetakan juga merupakan jenis usaha yang bisa dilakukan oleh orang-orang yang tidak mempunyai modal peralatan Mesin Percetakan. Hal tersebut dikarenakan banyak sekali percetakan-percetakan yang mempunyai peralatan mesin percetakan yang menyediakan jasa makloon untuk orang-orang yang tidak mempunyai peralatan, dengan biaya yang relatif rendah (harga rekanan). Bahkan jika seseorang telah berpengalaman dalam jenis usaha ini, maka tanpa modal uang (modal dengkul) sekalipun… usaha ini bisa dilakukan.
Bagi Anda yang tertarik dan berminat untuk menekuni usaha percetakan, maka beberapa cara dalam pengerjaan cetak ini bisa menjadi pilihan Anda:
* Pengerjaan dengan Mesin Percetakan offset
* Pengerjaan dengan teknik sablon
* Pengerjaan dengan teknik digital printing
* dan sebagainya.
Dan biasanya keuntungan yang didapat lumayan juga lho…!
Selamat mencoba, semoga bermanfaat…!!!
 Category Tak Berkategori | No Comments »

Cara Memilih Mesin Cetak Digital Ukuran Besar

Sering kita dibuat pusing ketika memilih mesin cetak digital format besar karena banyaknya faktor yang harus kita lihat. Bahkan tidak jarang dari kita merasa kecewa karena merasa salah dalam memilih, untuk itu berikut ini ada 2 hal yang perlu anda perhatikan ketika akan membeli sebuah mesin cetak digital format besar untuk usaha Percetakan Jakarta kita, yaitu :
1. Sesuaikan dengan kebutuhan anda usaha percetakan jakarta, sebuah mesin cetak digital pasti memiliki keunggulan dan keterbatasan sendiri sehingga terkadang kita tidak bisa membandingkan satu dengan lainnya secara langsung. Contoh, mesin cetak digital large format HP 500 ps sangat bagus untuk cetak poster dan CAD akan tetapi kurang bagus jika digunakan untuk perbesar photo.
Contoh lagi, mesin outdoor memiliki ketahanan tinta sangat bagus akan tetapi tidak bisa mencetak dengan halus untuk ukuran kecil karena memang mesin tersebut dirancang untuk mencetak ukuran besar. Dengan kondisi seperti itu maka sangat disarankan untuk fokus dengan kebutuhan usaha percetakan jakarta anda ketika akan membeli, jangan tergiur dengan iming2 harga murah dan satu kemudahan akan tetapi tidak cocok dengan kebutuhan anda.
Disini kami coba untuk memberikan sedikit gambaran akan kebutuhan usaha percetakan tersebut, bagi anda yang membutuhkan mesin untuk layanan photograpy, artwork, repro image maka printer sejenis EPSON 9000, EPSON 2100, EPSON 3850, ROLAND Soljet, ROLAND FJ, HP 130 nr bisa menjadi pilahan. Jika kebutuhan anda adalah ploting CAD, gambar teknik, cetak poster, sticker maka printer sejenis HP 500 ps, HP 100, Canon cocok untuk dijadikan pilihan. Jika kebutuhan anda adalah cetak baliho, spanduk, banner dalam format besar maka YASELAN, MYJET, ROLAND AJ1000, NUR, MIMAKI, MUTOH adalah mesin-mesin yang dapat anda pilih. Ingan sekali lagi tidak ada mesin yang sempurna jadi sesuaikan dengan kebutuhan pokok anda.
2. Kualitas, setelah anda menyesuaikan dengan kebutuhan anda hal lain yang perlu anda perhatikan adalah kualitas. Kualitas mesin dapat kita kategorikan menjadi dua yaitu kualitas mesin dari segi pemakaian dan dari segi hasil cetakan. Dari segi pemakaian sebuah mesin yang berkualitas pasti memiliki kriteria umum antara lain, mudah dioperasikan, memiliki komponen suku cadang yang kuat, terbuat dari material yang bagus dan kokoh, memiliki dimensi yang proposional, memiliki komponen yang awet.
Dari segi kualitas cetakan sebuah mesin dapat dikatakan bagus jika memiliki hasil cetak sesuai dengan mesinnya dan kelasnya unuk percetakan Jakarta, misal mesin untuk cetak photo maka hasil cetaknya harus gamut dan memiliki kerapatan tinta yang tinggi. Contoh lagi, mesin cetak digital CAD harus mampu mencetak garis tipis/hairline secara lurus dan jelas dengan warna yg solid. Jadi kualitas ini bukan sekedar slogan tapi bisa dibuktikan dengan hasil cetakannnya di atas media.
ronitadp.wordpress.com

Bisnis Percetakan dan Resikonya

Untuk memulai usaha Percetakan Jakarta ini dapat menggunakan gedung minimum 50-100 meter persegi dengan biaya sewa Rp 7,5 juta-Rp 15 juta per tahun. Letak gedung usaha percetakan Jakarta sebaiknya di pinggir jalan agar dapat dilihat berbagai pihak, terkecuali target pasarnya sangat berbeda. Apabila pesanan sudah banyak, maka pengusaha dapat menggunakan ruko dengan sewa Rp 75 juta per tahun.
Pengusaha juga harus mempunyai pegawai rendahan, minimum satu orang, dengan gaji sebesar biaya UMR. Tugas mereka mengantarkan barang dan merapikan hasil cetakan. Biaya listrik dan air tergantung pemakaian. Pengusaha percetakan Jakarta minimum membayar listrik sebesar Rp 500.000 per bulan.
Dalam memproses cetakan, pengusaha percetakan Jakarta membutuhkan tinta cetak, flat, dan buruh yang biayanya sekitar 10 persen dari nilai produksi. Secara kasar perhitungan hasil cetakan, ongkos cetak secara rata-rata Rp 10 per lembar. Jika menambah satu warna, maka tambahan biaya sekitar Rp 10. Sebagai bahan cetakan, minimal adalah kertas HVS 70 gram yang harganya Rp 50-Rp 55 per lembar. Jika memakai HVS 80 gram, maka biayanya Rp 60 per lembar.
Biaya pokok produksi telah ***raikan, selanjutnya harga jual produk cetakan dinilai dengan harga pokok produksi ditambah margin yang diinginkan. Pengusaha percetakan biasanya mengambil margin 25 persen, tetapi bisa lebih kecil apabila pesanan cetakan semakin banyak.
Pemasaran bisnis percetakan Jakarta dapat dimulai dengan mencetak keperluan kantor sehingga dapat melakukan penawaran ke kantor-kantor. Teman terdekat sebagai pelanggan pertama dapat dipergunakan. Namun, banyak juga pengusaha yang mengejar cetakan dari departemen karena sekali mencetak pesanan sangat banyak. Hubungan baik dengan berbagai pihak sangat diperlukan untuk mendapatkan pesanan besar.
Uraian sebelumnya memberi gambaran bahwa apabila ingin memulai usaha percetakan Jakarta ini dapat dilakukan dengan modal Rp 75 juta. Pengusaha harus bekerja keras dalam satu atau dua tahun pertama, terutama untuk mendapatkan pelanggan. Risiko utama bisnis ini adalah tidak adanya pelanggan. Kualitas produk harus diperhatikan pengusaha percetakan Jakarta supaya pelanggan semakin banyak. Selamat berinvestasi dan berbisnis.
bisnisukm.com

Tips Memilih Mesin Untuk Usaha Percetakan

Memilih Mesin Percetakan adalah investasi bagi bisnis Anda. Mesin yang Anda beli bukan sekali pakai. Anda akan menggunakan mesin percetakan tersebut dalam jangka waktu yang lama. Anda membeli mesin tentu juga berharap mesin tersebut bisa membantu dan meningkatkan usaha Anda. Karena itu, membeli mesin tidak bisa dilakukan dengan sembarangan.
Ada sebagian orang yang salah kaprah dalam membeli mesin. Ia hanya mempertimbangkan faktor harga saja, tanpa mempertimbangkan bahwa mesin percetakan adalah investasi bagi bisnisnya. Ia akan senang jika ditawari mesin harga murah. Ujung-ujungnya, dikemudian hari hanya penyesalan saja yang didapat.
Bagaimana memilih percetakan harga murah, tapi bisa menjadi investasi bisnis yang berharga ?
1. Lihat Merek
Merek percetakan bisa menunjukkan bagaimana kualitas mesin tersebut. Merek membawa citra bagi perusahaan. Merek terkenal tidak akan sembarangan mengeluarkan produk. Harga murah yang diberikan oleh produsen yang memiliki merek terkenal bisa Anda percaya. Setidaknya mereka tidak akan mengeluarkan produk berkualitas rendah, karena bisa merusak citra produk lainnya.
Melihat merek adalah cara termudah untuk melihat kualitas mesin percetakan. Tapi jangan meninggalkan tips lain di bawah ini.
Bagaimana jika ada mesin percetakan murah, tapi tidak ada mereknya atau produsennya tidak jelas. Wah, kalau yang ini jangan dibeli deh… Ingat, Anda beli mesin untuk investasi. Anda harus tahu kualitas mesin itu dan siapa yang membuat. Sehingga, jika sewaktu-waktu mesin rusak, spare part lebih mudah didapat dari penjual
2. Lihat Spesifikasi Mesin
Anda harus melihat spesifikasi mesin. Spesifikasi biasanya terdiri dari : kapasitas, bahan, dimensi, power, dsb. Perhatikan semuanya, apakah sesuai dengan kebutuhan usaha Anda. Kapasitasnya memadai apa tidak, listrik dan bahan bakar cocok apa tidak dengan kondisi Anda. Lihat juga bahan mesin terbuat dari apa (baja, stainless steel, kayu, dll).
3. Lihat Garansinya
Perhatikan apakah percetakan murah tersebut ada garansinya atau tidak. Jika ada, berapa lama. Dengan melihat ada garansi atau tidak, Anda akan tahu seberapa yakin dealer / distributor mesin tersebut akan kualitas barang yang dijual. Distributor tidak akan mengambil resiko dengan mesin yang tidak berkualitas. Karena itu ia tidak akan memberi garansi produk tersebut.
4. Spare Part dan Layanan Purna Jual
Mesin percetakan yang Anda beli tentu ada saatnya mengalami kerusakan dan Anda membutuhkan spare part dan perbaikan. Mesin percetakan murah yang akan Anda beli hendaknya juga ada spare part dan proses perbaikan juga mudah dilakukan. Tanyakan hal ini kepada penjual. Jika spare part, layanan purna jual dan proses perbaikan sulit didapat, maka Anda akan beresiko di kemudian hari
maksindo.com

Sukses Kembangkan Usaha Percetakan Sablon



Banyak yang sukses setelah menekuni hobinya. Tapi jarang yang sudah memiliki usaha sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Apalagi, usaha yang dijalankan itu adalah rintisannya dan bukan warisan. Inilah yang dilakukan pengusaha muda, Dari alias Acai yang baru berusia 20-an tahun dan bergerak dalam bidang usaha cetak mencetak atau sablon digital di Jalan Sultan Mahmud No 13 Tanjungunggat.

Acai, begitulah sapaan akrab pemuda bertubuh ramping ini saat ditemui di markasnya yang tengah sibuk. Berulangkali tanya jawab harus terhenti, karena dia harus melayani pelanggan yang datang atau menyetel ulang mesin percetakan digital karena bahannya ada yang tak cukup. Walau seperti terkacah-kacah (kalang kabut, red), namun dia tetap mengerjakannya dengan tersenyum.
Dari perintahnya jelas terlihat gambaran, betapa kepuasan pelanggan menjadi sasaran akhir dari tegurannya itu. ”Bukan hanya kepuasan,” jawabnya. Soalnya kepuasan itu hanya sasaran antaranya. Sedangkan sasaran akhirnya adalah menjaga kepercayaan dari para pelanggan.Bisnis apapun tidak akan jalan, imbuh Acai, jika tidak ada kepercayaan.
Dengan dasar kepercayaan itu pula, Acai mampu memiliki mesin percetakan digital. Dalam waktu dekat ini, dia sudah mempersiapkan kedatangan satu unit mesin mesin percetakan digital lagi yang lebih canggih. Karena lebih canggih tentu saja harganya juga lebih mahal. Tapi dia yakin dengan terus menjaga kepercayaan pelanggan modalnya bisa kembali lagi.
Mula-mula dia hanya sekedar membantu sambil lebih serius mempelajari soal sablon menyablon itu sampai tamat SMP. Begitu masuk SMEA Pembangunan, dia tak mau menunggu lama, dan langsung memulai membuka usaha sablon di rumahnya. Pelan-pelan dia mulai memiliki pelanggan sampai akhirnya kewalahan menerima orderan hingga akhirnya dia harus merekrut pekerja untuk menjalankan usaha mesin percetakan digitalnya.
Segalanya dipelajari secara otodidak, mulai dari menyablon secara manual hingga menguasasi program canggih di komputer untuk mendisain bahan yang akan dicetak. Tak hanya menguasasi ilmu komputer, saat ini dia juga mampu menangani perbaikan mesin mesin percetakan digital dan semuanya juga dilakukan secara otodidak.
Dengan kemampuan yang dimiliki sejak dini, tak heran jika rasa percaya dirinya begitu besar, dan menurutnya percaya diri termasuk hal terpenting dalam bisnis. Selain, selalu menjaga kepercayaan pelanggan. Walaupun, sebenarnya dia sering juga mendapati pelanggan yang tidak bisa dipercaya.
Beberapa kali dia harus menanggung kerugian karena ulah pelanggan yang nakal. Seperti memberikan cek yang ternyata isinya kosong dan tidak bisa ***angkan. Ada beberapa pendekatan yang dilakukannya, jika mendapati pelanggan yang nakal seperti itu. Tapi dipastikannya itu tidak mengurangi kepercayaan yang diberikan kepadanya.
batampos.co.id

5 Kali Lipat Rezeki Digital Printing Offset Pencetak Alquran

Ramadan, selain bulan yang penuh berkah karena menjadi ajang untuk menghapus dosa-dosa kita setahun sebelumnya,ternyata juga mendatangkan rejeki bagi sebagian umat Islam. Salah satunya adalah pengusaha Digital Printing Offset percetakan Alquran.
Husin Nabha salah seorang pengusaha Digital Printing Offset percetakan Alquran di Jalan Panggung 90 Surabaya mengatakan masuknya bulan Ramadan biasanya akan diikuti dengan kenaikan permintaan Al Quran. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya bisa mencapai lima kali lipat. Pada hari biasa Husni mengaku mencetak Alquran sebanyak 1.000 eksemplar. Namun masuk bulan Ramadan ini Husni meningkatkan jumlah produksi Digital Printing Offset hingga 5 ribu eksemplar.
“Kebutuhan Alquran menjadi meningkat karena mungkin banyak orang yang menyumbangkan Alquran untuk masjid-masjid atau tempat pendidikan Alquran (TPA). Bahkan kemarin saya menerima pesanan 5.000 Alquran dari salah seorang bupati,” kata Husni.
Berbekal empat mesin cetak Digital Printing Offset manual merek Heidelberg buatan Jerman tahun 1970-an Husni sudah menjalani bisnis percetakan sejak 1982. Kata Husni, bisnis percetakan Alquran ini adalah bisnis Digital Printing Offset yang tahan banting. Meski tak bisa dikatakan mendatangkan untung yang banyak, tapi bisnis Digital Printing Offset percetakan Alquran dianggap dapat menutup kebutuhan sehari-hari.
Selain Husni masi ada lagi sekitar empat Digital Printing Offset percetakan Alquran di Jalan Panggung ini. Sekedar diketahui Jalan Panggung Surabaya ini memang kota tuanya Surabaya dan kebetulan berdekatan dengan makam Sunan Ampel Surabaya.
ramadan.okezone.com

Peluang & resiko bisnis penyewaan alat tambang


JAKARTA – Bisnis penyewaan alat pertambangan diprediksi akan berkembang. Pasalnya, pascaberakhirnya masa transisi, pemegang izin usaha pertambangan (IUP) tidak boleh menyerahkan pekerjaan penambangan ke kontraktor.
“Pemegang IUP mesti bersiap-siap. Karena pada 2012, proses mendapatkan (getting) batubara dan mineral mesti dikerjakan sendiri, apakah dengan alat yang dibeli sendiri maupun sewa,” kata Nur Hardono, kepala Subdit Usaha Jasa Pertambangan, Direktorat Teknik dan Lingkungan Ditjen Mineral, Batubara, dan Panas bumi (Minerbapabum) Kementerian ESDM, di Jakarta,baru-baru ini.
Nur Hardono mengatakan, pasca terbitnya UU No 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), terutama pasal 124 ayat 3, disebutkan, kegiatan pertambangan tidak boleh diserahkan kepada kontraktor/jasa pertambangan, melainkan harus dilakukan sendiri oleh pemegang IUP. Namun, berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM No 28/2009 tentang Penyelenggaraan Usaha Jasa Pertambangan Minerba, diatur bahwa hanya penambangan saja yang tidak boleh dilakukan kontraktor.
“Coal getting dan mineral getting harus dilakukan sendiri oleh pemegang IUP. Sedangkan pekerjaan overburden dan stripping serta pengangkutan boleh diserahkan ke jasa pertambangan. Sekarang sebagian dari mereka (pengusaha tambang) sudah mengajukan perizinan kegiatan usaha persewaan peralatan,” ujar Nur Hardono.
Menurut Nur Hardono, hadirnya Permen ESDM No 28/2009 untuk menyelamatkan kegiatan usaha jasa pertambangan, yang memiliki efek berganda cukup besar secara ekonomi. Pemberlakuan permen tersebut juga disertai masa transisi hingga 2012, guna menunggu kesiapan pemegang IUP masa transisi diberikan, jelas Nur
Hardono, karena pemerintah cukup memahami bahwa membeli alat berat bukan perkara mudah.
Selain biaya investasinya mahal, untuk mendapatkannya pun mesti antri. Contohnya, untuk membeli haul truck tipe 875 harus menunggu (inden) selama dua tahun. “Kalau dipaksakan tanpa masa transisi, sudah pasti akan mengganggu operasi produksi,” kata Nur Hardono.
Nur Hardono mengungkapkan, ada kontraktor pertambangan yang sudah memesan 200 truk tambahan. Hal itu menunjukkan banyak pemegang IUP yang akan menyewa alat, dan akan menjadi diversifikasi yang baik bagi sektor jasa pertambangan. (her)